Cerpen : Parade Kematian oleh Ana Maulina
SATU hari setelah kepergiannya, dunia masih berjalan seperti biasa. Koran di pagi hari masih jadi sarapan terbaik dengan kopi di tangan kiri. Bahkan satu kursi absen di meja makan tidak jadi pengalih atensi sama sekali. Seminggu setelah kematiannya, tayangan televisi berisi gosip dan canda tawa wanita masih terasa semenyebalkan. Biasanya yang kurang hanya seuntai tawa … Baca Selengkapnya