Cerpen : Keringat oleh Jorge Amado

MEREKA menuruni tangga bersamaan. Ketika mereka sampai di pintu keluar, orang asing itu mencoba mengajaknya bercakap-cakap. Ruap napasnya yang panas menyapu wajah si wiraniaga. Malam ini udara terasa gerah dan lembap, tak ada angin berembus. Namun, si orang asing pasti sedang kedinginan karena ia terus melesakkan tangannya ke dalam saku mantel. Matanya lebar dan ujung tulang … Baca Selengkapnya