Cerpen : Dilarang Mati di Sini oleh Kak Ian
SUARA isak tangisan itu seperti hujan yang tidak ingin reda sebelum langit tuntas menumpahkan segala isinya ke bumi. Terlebih hari itu masih begitu sangat pagi. Bau embun pun masih sangat terasa di pucuk hidung. Masih hening dan dingin. Akhirnya, lamat-lamat suara tangisan itu makin keras terdengar. Dan sumbernya dari sebuah sudut kontrakan—dan ternyata berasal dari … Baca Selengkapnya