Cerpen : Dilarang Mati di Sini oleh Kak Ian

SUARA isak tangisan itu seperti hujan yang tidak ingin reda sebelum langit tuntas menumpahkan segala isinya ke bumi. Terlebih hari itu masih begitu sangat pagi. Bau embun pun masih sangat terasa di pucuk hidung. Masih hening dan dingin. Akhirnya, lamat-lamat suara tangisan itu makin keras terdengar. Dan sumbernya dari sebuah sudut kontrakan—dan ternyata berasal dari … Baca Selengkapnya

Cerpen : Dilema oleh Kak Ian

TUJUH bulan sudah sejak ia jatuh dari kamar mandi. Sejak itu pula ia tidak bisa jalan dengan sempurna. Lebih tepatnya kedua kakinya sudah tidak bisa difungsikan seperti biasanya untuk berjalan kembali. Akhirnya kursi roda sebagai teman sejatinya. Walaupun ia mulanya menolak untuk menggunakannya karena malu dianggap lumpuh oleh tetangga. Begitu kata pertama yang terucap dari … Baca Selengkapnya

Cerpen : Ayah Membawa Tubuh Nenek ke Kaki Gunung oleh Kak Ian

AKHIRNYA, tepat di musim semi tiba, kami sekeluarga memutuskan untuk pindah ke Saiko Iyashino Sato Nenba. Desa yang berada di dekat Danau Saiko dan di kaki Gunung Fuji. Bukan itu saja, di sana ternyata juga tinggal seorang perempuan tua renta. Dia adalah ibu ayahku sekaligus nenekku. Sebenarnya aku tidak keberatan bila harus pindah kembali ke … Baca Selengkapnya

Cerpen : Sepatu Bola untuk Rehan oleh Kak Ian

SIANG itu Rehan pulang sekolah begitu semangat. Terlihat dari pipi bocah itu yang tampak bersemu. Ia begitu semringah saat itu. Walaupun terik matahari tepat di atas kepalanya memanggang tubuh kecilnya. Tapi, ia tidak memedulikannya. Ya, bagi bocah ingusan semacam dirinya, kebahagiaannya saat itu bisa mengalahkan apa pun. Termasuk tubuh kecilnya yang terpanggang oleh bola raksasa … Baca Selengkapnya

Cerpen : Mansur Ingin Pulang oleh Kak Ian

SUDAH lima tahun Mansur tidak balik ke kampung halamannya, semenjak ia merantau di ibukota. Tiga tahun karena belum mencukupi uang untuk pulang. Sedangkan dua tahunnya lagi karena terbentur oleh pandemi. Jadi sudah lima tahun ia tidak bisa kembali ke Kampung Muaro Labuah [1]. Tempat di mana ia tinggal bersama Apak [2], Amak [3], dan Uda … Baca Selengkapnya