Cerpen : Perempuan Penjual Rembulan oleh Nono Warnono

MATAHARI senja bergegas sembunyi di balik cakrawala. Pascahujan horison menyembulkan aneka warna. Lengkungan bianglala mempesona setiap tatap mata. Sayup-sayup terdengar lagu bocah-bocah menyambut pelangi senja. Di desaku era tujuh puluhan lagu yang membersamai kluwung itu sebagai mantra. Ritual yang konon mengusir pageblug sakit mata. Senja itu Rupi’ah melakoni rutinitas seperti biasa. Menyiapkan segala jenis makanan … Baca Selengkapnya