Cerpen : Handuk Kumal Kang Gudhal oleh Ribut Achwandi

SEIRIS siang, setelah menghadiri rapat dengan para juragan pabrik, Kang Gudhal teringat satu hal. Ia mesti menemui juragan besar. Itu dilakukan setelah tiga bulan tak mendapatkan handuk jatah bulanan. Ia tak tahu, apa sebabnya. Tetapi, waktu tiga bulan cukup membuatnya terganggu. Biasanya, handuk itu tersedia di loker saat jelang akhir bulan. Tetapi, tiga bulan lalu, … Baca Selengkapnya

Cerpen : Mantan Pejabat oleh Ribut Achwandi

“TAK ada istilah mantan bagi seorang pejabat,” Perkataan itu meluncur begitu lancar dari mulut Wakcala. Para undangan yang memenuhi pendapa rumahnya mendadak terdiam. Tatapan mereka penuh tertuju pada wajah Wakcala. Kedua ujung garis bibir Wakcala seketika memanjang ke arah samping. Pipinya yang semula nyaris lekat dengan tulang menyembul. Tampak pula lipatan-lipatan pada lekuk antara pipi … Baca Selengkapnya

Cerpen : Buron (2) oleh Ribut Achwandi

SUDAH lama Semar tak muncul. Biasanya, dia nongkrong di poskamling. Ngobrol ngalor-ngidul sambil menikmati permainan gaple. Ditemani singkong rebus dan kopi yang bercangkir-cangkir. Udud klobot tak lupa ia selipkan di sela jari. Klempas-klempus! Membumbunglah asap diikuti tawa renyah dengan suara beratnya. Kadang diakhiri batuk yang sulit dilupakan. Kalau sudah ngomong, tak ada yang membantah. Lha! … Baca Selengkapnya