Cerpen : Lelaki Penabuh Kompang oleh Khairul A El Maliky

TERMOTIVASI oleh semangat solidaritas sesama pecinta salawat nabi di kampung halamannya masing-masing, membuat Rozik dan Akbar bercita-cita untuk mengadakan jamiyah salawat di kota perantauan mereka, Pekanbaru. Keduanya dipertemukan oleh nasib secara tidak sengaja bertemu di lampu merah. Rozik tiba di kota bertuah lima tahun yang lalu. Ia diempaskan oleh takdir ke lampu merah lantaran belum … Baca Selengkapnya

Cerpen : Kentut oleh Petam Marpaung

PAGI itu orang-orang berdasi, dengan sepatu mengkilat dan jas yang mentereng, mulai memasuki ruang sidang. Setiap anggota diwajibkan menempati kursi yang telah ditetapkan oleh panitia. Anggota yang satu dengan yang lain tidak diperkenankan duduk bercampur baur. Maksudnya, komisi 1 mesti duduk di kelompok komisi 1, komisi 2 di kelompok komisi 2, kelompok komisi 3 di … Baca Selengkapnya

Cerpen : Udin Kuriak oleh Jaya Arjuna

“UDIN Kuriak mengamuk lagi. Dia tidak terima dituduh korupsi. Dia akan mengadukan kita ke polisi,” begitu katanya pada kawan-kawan yang menyambutnya di luar kamar kerjaku. Aku masih sempat mendengar ocehannya yang menyakitkan itu. Aku memang mengancam mereka yang berani menuduhku korupsi. Tapi yang membuatku marah bukan tuduhan korupsi itu. Kalau masalah tuduhan korupsi, aku berani … Baca Selengkapnya

Cerpen : Di Bawah Payung Hitam Kita Berlindung oleh Dody Widianto

HUJAN turun lagi. Di bawah payung hitam kita berlindung. Berusaha berteduh dari kenangan lalu yang membuatmu menangis. Dari diorama samping kanan terminal yang pernah membuat hatimu sedikit teriris. Dalam jarak sepuluh langkah di kanan, seorang ibu memunguti bika ambon yang tercecer di tanah. Di sebelahnya, gerobak-gerobak pedagang terguling porak-poranda. Beberapa lojor bambu dan terpal berserak … Baca Selengkapnya

Cerpen : Parbaba oleh S Satya Dharma

PEREMPUAN itu dengan tubuh dibalut gaun putih yang terjulur panjang hingga menyeret tanah, muncul dari dasar danau yang dingin. Lalu naik ke atas, melayang-layang membumbung tinggi menggapai awan. Kemudian turun perlahan menjejakkan kaki di pantai landai Huta Bolon yang damai. Wajahnya tirus dengan hidung simetris yang bertengger indah di antara kedua belah bibirnya. Matanya bercahaya … Baca Selengkapnya

Cerpen : Arisan Covid oleh Rinal Sahputra

“JUMLAH kematian meningkat usai program vaksin? Mana buktinya? Bu Jessica jangan seenaknya menyebarka hoax ya!!” Bu Mirna setengah berteriak dengan mata melotot ke arah Bu Jessica. “Ini silahkan dibaca sendiri! 1.511 nakes gugur melawan covid19!” Bu Jessica menunjukkan data terbaru tentang kematian para tenaga kesehatan akibat covid 19 yang dikupas tuntas oleh salah satu harian … Baca Selengkapnya

Cerpen : Pohan oleh Farizal Sikumbang

“POHAN telah meninggal dunia.” Kabar itu kudapatkan dari pengeras suara yang disampaikan oleh seorang muazin yang tinggal di mesjid di kampung kami. Saat itu aku sedang menyeduh secangkir kopi pagi di depan rumah. Istriku yang sedang duduk di depanku tidak henti-henti menampakkan raut kesedihan sembari mengucapkan kalimat; Innalillahi wa inna ilahi rojioun…. Kulihat, langit di … Baca Selengkapnya