Cerpen : Safrida Askariyah oleh Alimuddin

Mereka berteriak girang, sementara Safrida hanya melongok kepala sekilas dari jendela kamar rumoh inong. Di keudee Tengku Banta Manyang ramai sekali yang tengah menonton televisi. Bangku kayu yang berjejer di luar warung sesak dengan orang kampung. Gaduh. Mulut-mulut beranti-anti berkomentar. Hati Safrida masih perih. Padahal sudah banyak ia membunuh serdadu pemerintahan. Ia dipuji panglima sebagai … Baca Selengkapnya