Cerpen : ”Tilar Donya” oleh Dwi As
Parjo meringkuk dalam gelap. Baru jam 7 malam. Dia sengaja mematikan lampu di seluruh rumah agar tak membebani tagihan listrik. Sudah seminggu ini tak ada pemasukan. Toa masjid yang mendadak gemuruh oleh berita duka cita, membuat dadanya meletup-letup kencang. Alhamdulillah, serunya bungah. Secepat kilat Parjo berdiri, menyambar kopiah, lalu menyeret sandal menuju rumah Pak Wardi. … Baca Selengkapnya