Cerpen : Kapten Hanya Ingin ke Dili oleh Felix Nesi

”Ada perang, Meneer. Jalan terhalang, banyak bom!” FIRMUS mengangkat tangan dan menjawab sekenanya. Di hadapannya, dua orang kulit putih berseragam lorek menodongkan senjata –satu pistol dan satu senjata laras panjang– sambil membentak-bentak dalam bahasa yang tidak ia pahami. Orang yang memegang laras panjang mendekat dan dengan menunjuk-nunjuk menyuruh ia turun dari truk. Firmus turun dengan … Baca Selengkapnya