Cerpen : Turun Kasta oleh Fileski Walidha Tanjung

HARSONO duduk di padang rumput yang luasnya sampai kaki langit. Entah berapa kilo meter luasnya padang rumput ini. Dan entah siapa pemiliknya. Sepi dan tenang. Hasono selalu menghabiskan waktunya di padang rumput ini usai jam kerja. Terutama ketika pada waktu-waktu ia butuh menyendiri, untuk merenung. Angin sepoi-sepoi. Kicau burung liar, terkadang ada tupai melintas. Membuatnya … Baca Selengkapnya

Cerpen : Tak Lama Matahari Singgah di Sini oleh Fileski Walidha Tanjung

Langit tampak kemerah-merahan, sangat indah sekali. Hanya beberapa jam saja penduduk di sini bisa melihat matahari. Sekitar 4 jam, selebihnya adalah malam. Matahari tak begitu panas, karena teriknya hanya lewat saja, dari kejauhan. MELIHAT temannya yang sedang termenung menatap langit, membuka pembicaraan. “Apa yang sedang kamu lihat, dari tadi kuamati, kau seperti penduduk asing yang … Baca Selengkapnya

Cerpen : Slepet Sarung Pak Rohman oleh Fileski Walidha Tanjung

“TANDA-TANDA seseorang yang meninggal dengan husnul khotimah. Ketika seseorang meninggal dengan senyum di wajahnya, itu salah satu tanda, dia meninggalkan dunia dengan hati yang tenang dan bahagia. Kedua, jika jenazah seseorang tetap bersih, harum, dan tidak bau busuk, ini juga tanda bahwa orang tersebut meninggal dengan husnul khotimah. Ketiga, jika seseorang muncul dalam mimpi kerabatnya … Baca Selengkapnya

Cerpen : NADIR (Neraka Itu Ada Di Rumah) oleh Fileski Walidha Tanjung

SAHILA, sudah dua hari ini dia mengurung diri di kamar. Ia menahan sakit di bagian mata sebelah kiri. Menutupi sakitnya, mencoba untuk tidak bersuara. Pintu ia kunci dari dalam. Ayah Ibunya pun hanya bisa bertanya dari luar kamar. Tidak enak badan jawabnya. Akhir pekan yang seharusnya ia pakai untuk berkumpul dengan keluarga, yang biasanya ia … Baca Selengkapnya

Cerpen : Bidadariku di Surga oleh Fileski Walidha Tanjung

“PAKET.” Suara kurir terdengar dari luar pintu, mengirim paket pesanan istrinya. “Bu, ada paket.” Pak Adi memanggil istrinya. “Taruh di atas mobil saja, Pak.” Jawab Bu Adi dari dalam kamarnya. Tukang paket pun tancap gas setelah meletakkan barang itu di atas mobil, terdengar suara mesin motor yang semakin menjauh. Keluar dari kamar, wajah Bu Adi sumringah. … Baca Selengkapnya

Cerpen : Baliho Caleg Tersambar Petir oleh Fileski Walidha Tanjung

PERTAMA aku mengenalnya, ketika aku ditempatkan di kantor ini. Sebuah kantor DPRD yang berjarak 15 menit dari rumah. Beruntung aku ditempatkan untuk bekerja di sini, suasana yang nyaman karena cocok untuk kebiasaanku yang pendiam. Tak banyak orang yang suka bicara di tempat ini. Sebab aku sulit bekerja ketika ada suara-suara orang riuh tawa orang bercanda. … Baca Selengkapnya

Cerpen : Menari di Bawah Purnama oleh Fileski Walidha Tanjung

SENYUMAN dan lambaian tangan kala senja mengepakkan sayap jingga. Angin darat mendorong perahu itu semakin ke tengah. Ia ingin menangis, namun ia tersadar ada tangan seorang gadis kecil yang menggenggam tangannya. Tangan yang mungil, tangan yang tak semestinya melihat segala duka dunia. Tangis hanya akan membuat malam ini penuh lara. Gadis kecil itu adalah adiknya. … Baca Selengkapnya

Cerpen : Perempuan yang Datang ketika Hujan oleh Fileski Walidha Tanjung

AKU menatap jendela. Hujan mulai terdengar ketika butir-butirnya membentur genting. Seperti biasa, sebelum hujan datang selalu dedaunan kering itu bertamu di kamarku. Seolah dedaunan itu seperti perantau yang hendak berteduh dari basah. Sedangkan dedaunan yang masih hijau, sedang asyik menari bersama angin. Hujan membasahi hampir seluruh helainya. Kemudian wangi tanah menyelinap dari sela-sela pintu dan … Baca Selengkapnya

Cerpen : Hidup dari Pohon Sawo oleh Fileski Walidha Tanjung

TERDENGAR suara seseorang sedang menimbang buah sawo dan memasukkan kedalam wadah. Aku mengintip dari sela-sela lubang kecil bambu gedek, sekat ruang yang terbuat dari anyaman bambu. Begitulah rumahku, tidak ada tembok, setiap ruang hanya ada sekat bambu. Dari lubang itu tampak ibu sedang sibuk di dapur, membersihkan buah sawo, ditemani nyala api dari kayu dalam … Baca Selengkapnya

Cerpen : Anak Sekolah Dasar yang Mati Tak Berdasar oleh Fileski Walidha Tanjung

SUARA kokok ayam membangunkan, ketika sang penguasa hari masih enggan menampakkan wajahnya yang berseri-seri, pijarnya masih bersembunyi di balik ekor sang malam. Di ufuk timur terlihat sang Kejora menari-nari menemani paginya yang masih buta. Setiap kali melihat planet kedua di tata surya itu, ia sangat ingin terbang ke planet Venus. Pikirnya, di sana mungkin ada … Baca Selengkapnya