Cerpen : Keputusan Menyerahkan Warisan oleh Gisti Kartika

ALERA (1), ABAK! (2)” Kata Parjok. Ia memukul meja kayu lapuk yang ada di hadapannya itu dengan wajah yang bersungut-sungut dan memerah seperti darah. Susah payah ia atur emosinya agar tidak membuncah. Bila tak begitu pastilah meja itu sudah hancur dan berakhir di tungku dapur milik Pipid—adik perempuannya. Abak berusaha bangun dari dipannya, hendak menenangkan … Baca Selengkapnya

Cerpen : Main Belakang oleh Gisti Kartika

Semilir angin berembus. Dedaunan kering bergulir menyapu tanah. Pohon glodokan tiang berjejer rapi di antara ruas jalan. Kendaraan seperti mobil dan motor berlalu-lalang, mengisi setiap sudut kota yang padat dan penuh polusi. Di atasnya, terik mentari membakar sampai ke tulang. Meninggalkan jejak keringat di kulit setiap orang. Seorang wanita muda tampak melintas ke seberang jalan. … Baca Selengkapnya