Cerpen : Keputusan Menyerahkan Warisan oleh Gisti Kartika
ALERA (1), ABAK! (2)” Kata Parjok. Ia memukul meja kayu lapuk yang ada di hadapannya itu dengan wajah yang bersungut-sungut dan memerah seperti darah. Susah payah ia atur emosinya agar tidak membuncah. Bila tak begitu pastilah meja itu sudah hancur dan berakhir di tungku dapur milik Pipid—adik perempuannya. Abak berusaha bangun dari dipannya, hendak menenangkan … Baca Selengkapnya