Cerpen : Bapak hanya Ingin Mati di Sepaku oleh Ikrom Rifa’i

Penajam Paser Utara, 2054 KETEGUHAN itu tetap tidak berubah sejak dulu. Keteguhan yang dibawanya sejak seperempat abad yang lalu. Sejak sebuah rezim yang mengatasnamakan ‘pembangunan’ menanam puluhan gedung pencakar langit di tanah kami, tanah Sepaku. Enam periode pergantian presiden telah berlalu. Namun, betapa rentang waktu sepanjang itu sama sekali tidak membuat pendirian Bapak goyah. Bahkan, … Baca Selengkapnya

Cerpen : Meruwat Kakung oleh Ikrom Rifa’i

SUDAH hampir setengah dasawarsa. Tubuhmu yang hanya tinggal tulang berbalut kulit keriput itu terbaring tanpa daya. Ringkih seperti batang kayu yang lapuk dimakan usia. Badan kekar berisi yang dulu sempat kau agung-agungkan itu, yang konon menjadi musabab mengapa Eyang Putri begitu kesengsem padamu, kini hanya tinggal cerita. Pun demikian dengan wajahmu. Wajah berseri yang disebut-sebut … Baca Selengkapnya

Cerpen : Kredo Cinta Humaeera oleh Ikrom Rifa’i

AKU pulang ke rumah saat keluargaku tengah mengadakan mendak [1] atas kematianku. Sesaat setelah doa penutup dipanjatkan oleh Kiai Lemang dan Rama Tua tampak tengah membagikan beberapa hidangan, sambil beruluk salam, aku melongok lewat pintu ruang tamu. Sontak, para jamaah yang hadir terkejut menatapku‚ bahkan tak sedikit yang ketakutan‚ seperti melihat arwah gentayangan yang baru … Baca Selengkapnya