Cerpen : Berdoa kepada yang tidak Ada

BIASANYA, sebuah persembahan diambil dari sesuatu yang bersifat jarang, langka, atau setidaknya cukup istimewa bagi sebagian besar orang. Contohnya daging dan sayur bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau dan ikan serta aneka makanan laut bagi masyarakat hulu. Bagaimana makanan-makanan tersebut memiliki harga lebih mahal dibanding harga jual barang-barang pada umumnya. Itulah yang terjadi kepada Mawar … Baca Selengkapnya

Cerpen : Seribu Musim Semi untuk Chiharu oleh Trudonahu Abdurrahman Raffles

APRIL adalah momen dua keindahan saling berpagut di tempat asalku. Mungkin serupa kekasih yang amat dinantikan kedatangannya. Konon, para samurai di masa lalu rela mati dalam pertempuran asal pernah menyaksikan bunga sakura bersemi, sementara Gunung Fuji yang berselimut putih jadi latarnya. Satu pertukaran yang sepadan, mungkin begitu pikir mereka. Kehidupan ada kalanya seperti perwujudan sekian … Baca Selengkapnya

Cerpen : Seribu Musim Semi untuk Chiharu

APRIL adalah momen dua keindahan saling berpagut di tempat asalku. Mungkin serupa kekasih yang amat dinantikan kedatangannya. Konon, para samurai di masa lalu rela mati dalam pertempuran asal pernah menyaksikan bunga sakura bersemi, sementara Gunung Fuji yang berselimut putih jadi latarnya. Satu pertukaran yang sepadan, mungkin begitu pikir mereka. Kehidupan ada kalanya seperti perwujudan sekian … Baca Selengkapnya

Cerpen : Mempersiapkan Kematian dengan Santai oleh

“WAKTUMU 24 jam,” ucap seorang pria di seberang sambungan telepon dengan datar. “Persiapkan dengan santai.” Panggilan ditutup. Pukul 19.08. Di sisi seberang meja makan, anak gadisku, Vianna, sedang menonton sesuatu, entah dari Youtube atau Netflix, dengan ponselnya, dengan earphone di kuping. Istriku meletakkan panci besar di tengah meja makan, kepulan uap sup menghalangi wajah Vianna. … Baca Selengkapnya

Cerpen : Protes

KETERLALUAN. Kabar sudah tersiar ke seluruh penjuru negeri, tapi tak satu pun dari mereka kasih solusi? Keterlaluan. Namun, bila saya terus-menerus membatin seperti ini, saya bisa stres sendiri. Maka saya pergi ke rumah Jauhari. Ia seumuran, paham mengapa kepala saya panas belakangan ini. Tak lain karena situasi, ditambah duit cekak, ditambah lagi segala protes yang … Baca Selengkapnya

Cerpen : Protes oleh F Ilham Satrio

KETERLALUAN. Kabar sudah tersiar ke seluruh penjuru negeri, tapi tak satu pun dari mereka kasih solusi? Keterlaluan. Namun, bila saya terus-menerus membatin seperti ini, saya bisa stres sendiri. Maka saya pergi ke rumah Jauhari. Ia seumuran, paham mengapa kepala saya panas belakangan ini. Tak lain karena situasi, ditambah duit cekak, ditambah lagi segala protes yang … Baca Selengkapnya

Cerpen : Harapan Baru dari Balik Buku

PUKUL empat pagi, masih terlalu gelap untuk memulai aktivitas bagi sebagian orang. Namun, tidak demikian halnya dengan Usman dan istrinya, Imah. Sedari bangun, Imah mulai bekerja menyiapkan bahan-bahan untuk membuat mi ayam porsi mini yang akan dijual di rumah. Sebuah keberuntungan, rumah Usman terletak tepat di depan sekolah dasar. Selain berjualan di rumah, Usman berkeliling … Baca Selengkapnya

Cerpen : Harapan Baru dari Balik Buku oleh Deta Roosmaladewi

PUKUL empat pagi, masih terlalu gelap untuk memulai aktivitas bagi sebagian orang. Namun, tidak demikian halnya dengan Usman dan istrinya, Imah. Sedari bangun, Imah mulai bekerja menyiapkan bahan-bahan untuk membuat mi ayam porsi mini yang akan dijual di rumah. Sebuah keberuntungan, rumah Usman terletak tepat di depan sekolah dasar. Selain berjualan di rumah, Usman berkeliling … Baca Selengkapnya

Cerpen : Mereka Memaksa Kami Pindah ke Bulan

SEJAK Alexis mengumumkan adanya kejanggalan dalam kabin lift luar angkasa yang mengangkut kami menuju Bulan, aku teringat tubuh Mamak yang tinggal tulang belulang di padukuhan. Sebenarnya, ini bukan kali pertama aku teringat Mamak. Jauh sebelum namaku masuk dalam daftar manusia yang harus hidup di Bulan, aku memang tak berniat meninggalkan kampung nenek moyangku ini. Terlebih, … Baca Selengkapnya

Cerpen : Mereka Memaksa Kami Pindah ke Bulan oleh Nurillah Achmad

SEJAK Alexis mengumumkan adanya kejanggalan dalam kabin lift luar angkasa yang mengangkut kami menuju Bulan, aku teringat tubuh Mamak yang tinggal tulang belulang di padukuhan. Sebenarnya, ini bukan kali pertama aku teringat Mamak. Jauh sebelum namaku masuk dalam daftar manusia yang harus hidup di Bulan, aku memang tak berniat meninggalkan kampung nenek moyangku ini. Terlebih, … Baca Selengkapnya