Cerpen: Syekh dan Anjing-anjingnya oleh F Ilham Satrio

Abu bersyukur pernah meraih punggung jemari sang Syekh. Belasan purnama yang lalu, ketika ia dan para santri lain ditugaskan mengambil air sungai karena sumur pendopo tiba-tiba saja kering. Ia berpapasan dengan Syekh dan anjing-anjingnya saat ia sedang memanggul bejana menuju pendopo. Sebuah pengalaman langka yang terbilang oleh jari. Sama langkanya dengan kejadian sumur yang tiba-tiba … Baca Selengkapnya

Cerpen : Protes

KETERLALUAN. Kabar sudah tersiar ke seluruh penjuru negeri, tapi tak satu pun dari mereka kasih solusi? Keterlaluan. Namun, bila saya terus-menerus membatin seperti ini, saya bisa stres sendiri. Maka saya pergi ke rumah Jauhari. Ia seumuran, paham mengapa kepala saya panas belakangan ini. Tak lain karena situasi, ditambah duit cekak, ditambah lagi segala protes yang … Baca Selengkapnya

Cerpen : Protes oleh F Ilham Satrio

KETERLALUAN. Kabar sudah tersiar ke seluruh penjuru negeri, tapi tak satu pun dari mereka kasih solusi? Keterlaluan. Namun, bila saya terus-menerus membatin seperti ini, saya bisa stres sendiri. Maka saya pergi ke rumah Jauhari. Ia seumuran, paham mengapa kepala saya panas belakangan ini. Tak lain karena situasi, ditambah duit cekak, ditambah lagi segala protes yang … Baca Selengkapnya

Cerpen : Aib dan Babi

DENGAN kepala pengar Gusur menepi di kedai. Ia meleleh di kursi seketika punggungnya terempas. Tidak hujan padahal, tetapi ia kuyu dan layu. Sedang deru kendaraan, terik mentari yang membakar, seperti mengisap sekaligus memuntahkan kembali lalu-lalang dan keramaian di luar kedai. Ketimbang posnya di seberang perempatan, kedai tempat Gusur kini mengaso suasananya agak tenang. Pelayan menghampirinya … Baca Selengkapnya