Cerpen : Mempersiapkan Kematian dengan Santai oleh

“WAKTUMU 24 jam,” ucap seorang pria di seberang sambungan telepon dengan datar. “Persiapkan dengan santai.” Panggilan ditutup. Pukul 19.08. Di sisi seberang meja makan, anak gadisku, Vianna, sedang menonton sesuatu, entah dari Youtube atau Netflix, dengan ponselnya, dengan earphone di kuping. Istriku meletakkan panci besar di tengah meja makan, kepulan uap sup menghalangi wajah Vianna. … Baca Selengkapnya

Cerpen : Mengganti Nama dengan Mesin Waktu oleh Surya Gemilang

Oleh SURYA GEMILANG — Bermasalah dengan orang kaya akan membuatmu gila –atau minimal kewarasanmu dipertanyakan. Di pangkalan ojek daring, kami mempertanyakan kewarasan salah satu rekan kami: Budi Jaya –yang dari dulu kami kenal sebagai Budi Jaya, tapi ia mengaku, ”Beberapa saat lalu, namaku Surya Jaya! Kalian benar-benar tak ingat?” Ia bersikeras bahwa kami melupakan nama … Baca Selengkapnya

Cerpen : Mama Menelepon dari Neraka oleh Surya Gemilang

Peti jenazah Mama ditutup. Lalu aku keluar ke halaman rumah duka untuk menyulut rokok, meninggalkan para bibi dan paman yang tersedu-sedan di dalam; aku merenung soal dosa-dosa yang harus ditebus manusia di akhirat, dan tahu-tahu ponselku berdering: panggilan dari mamaku. “Sayang …” ucapnya terbata, “Mama masuk neraka.” Sudah kuduga. *** Mama layak masuk neraka. Mama … Baca Selengkapnya

Cerpen : Humor tentang Tembakan-tembakan oleh Surya Gemilang

Pajenong sedang memakai deodoran di depan cermin, sambil mendengarkan pembawa berita di TV berbicara tentang terus bertambahnya kasus pemerkosaan di kota ini setahun belakangan. Tiba-tiba pistol Sarimin memuntahkan pelor ke belakang kepalanya. Pajenong seketika tumbang. Sarimin yang dari tadi telah menyusup ke apartemen itu dan mengamati pemiliknya diam-diam dari kolong ranjang pun merangkak keluar dan … Baca Selengkapnya