Cerpen : Mereka Memaksa Kami Pindah ke Bulan oleh Nurillah Achmad

SEJAK Alexis mengumumkan adanya kejanggalan dalam kabin lift luar angkasa yang mengangkut kami menuju Bulan, aku teringat tubuh Mamak yang tinggal tulang belulang di padukuhan. Sebenarnya, ini bukan kali pertama aku teringat Mamak. Jauh sebelum namaku masuk dalam daftar manusia yang harus hidup di Bulan, aku memang tak berniat meninggalkan kampung nenek moyangku ini. Terlebih, … Baca Selengkapnya

Cerpen : Mimpi Sebuah Istana oleh Nurillah Achmad

I AKU ingin membangunkan sebuah istana untukmu, Anakku. Bukan gubuk sebagaimana rumah yang selama ini kita tempati. Sebab pada bangunan itu, kau bukan saja mendapati rayap menggerus tiang buluh betung, atau rapuhnya reng-reng yang terpasang melintang di atas kasau, melainkan kau juga mendapati selentingan kabar tak nyaman yang tersebar ke seluruh lekuk pedukuhan. Marni tersentak … Baca Selengkapnya

Cerpen : Tidakkah Kau Ingin Pulang Tahun Ini, Nak? oleh Nurillah Achmad

I Termenung aku memandang bongkahan besi tua itu. Sebagian besi hilang dicuri orang, sedang yang lain tertimbun tanah, lantas ditumbuhi ilalang setinggi orang dewasa. Dulunya, batang-batang besi ini saling menyambung di atas bukit. Bilamana terdengar derit besi dan lengking kereta yang melintas lambat dari arah Panarukan, lekas-lekas aku mengikuti laju kereta yang berhenti di Stasiun … Baca Selengkapnya