Cerpen : Berpikir dalam Hening oleh Jimmy Anggara
Anak itu bertubuh kurus-kering seperti seutas lidi. Celana panjang abu-abunya terlalu pendek sehingga menampakkan kaus kakinya yang melorot ke mata kaki. Ia datang paling akhir. Saat berdiri memperkenalkan diri—”Nama saya Gabustois”—teman-teman barunya mentertawainya. Guru kelas sampai harus memukul meja dengan penggaris kayu supaya murid-murid diam. Setelah tawa reda, murid bernama aneh itu dipersilakan duduk dan … Baca Selengkapnya