Cerpen : Suatu Hari yang Ajaib oleh Meirisman Halawa

Perumnas Dahana, 21.00 (Dingin. Udara menerobos masuk ke dalam rumah dan segera membuat orang-orang di dalamnya mendekap dada. Mauri beranjak dari tempat duduknya, menutup pintu dan jendela depan. Mata Mauri kembali tertuju pada perut istrinya. Lebih besar dan kelihatan bergerak-gerak. Kasihan Dira. Seumur ini masih harus melahirkan. Ini adalah bayi ketiga yang akan dilahirkan istrinya. … Baca Selengkapnya