Cerpen : Dialog Literal di Alla Caffe oleh Yuan Jonta
Seorang pemuda, sebut saja X, menggulir layar telepon pintarnya terus-menerus. Dari gelagatnya, aku tahu ia sedang menunggu seseorang; di luar gerimis tipis-tipis, tampaknya orang yang ditunggu kelewat telat dari jam janjian. Aku memutar lagu sendu, untuk orang yang sedang menunggu. Gelas-gelas kucuci berdenting-denting untuk memancing seorang tamu yang tak kunjung membeli. Ia semringah ketika terlihat … Baca Selengkapnya