Cerpen : Percintaan Bulbul oleh Abidah El Khalieqy

“PADA suatu masa, saya melihat laki-laki kulit putih itu seperti sebongkah salju, putih dan dingin, beku. Ia lebih tinggi dan saya, sehingga ketika berbicara di hadapan saya, ia membungkuk seperti berhadapan dengan anak kecil.” Jeff tertawa. Tapi aku tidak memiliki alasan untuk menyertainya tertawa. “Dan, kini saya berhadapan dengan Anda, Jeff.” “Dan, aku seperti potongan … Baca Selengkapnya

Cerpen : Jenazah oleh Achmad Munif

MALAM larut dan suasana sepi sekali. Tidak ada suara gemerisik daun-daun. Bahkan angin pun bagaikan berhenti bertiup. Mata saya tidak mau saya pejamkan, padahal seisi rumah sudah tidur pulas. Tiba-tiba di tengah-tengah kesunyian itu terdengar suara bence—sejenis burung malam—menjerit-jerit. Menurut kepercayaan di desa saya, burung bence jarang mengeluarkan suara. Dan kalau pada malam hari burung … Baca Selengkapnya

Cerpen : Belaian Ibu oleh Darman Moenir

DARI M kami melarikan diri ke PB, kota yang sesungguhnya tak aneh bagiku. Celaka! Di sana aku jumpa orang kedua di sebuah kantor wilayah departemen. Laki-laki itu pernah jadi tokoh dan sekaligus idolaku dalam bercinta. Laki-laki itu bersungguh-sungguh. Ia pernah melamarku. Lamaran itu bukan ditolak orangtuaku, tetapi ditangguhkan. Ya, ketika itu aku baru duduk di … Baca Selengkapnya

Cerpen : Meiling oleh NH Dini

KETIKA Meiling baru tiba dari barak pengungsian di Hongkong, bibinya pernah bercerita: “Pamanmu pintar dalam urusan tanah, jual-beli di bidang itu. Hampir seluruh Paris 13 kini menjadi kawasan masyarakat kita, berkat pamanmu bersama kelompoknya. Secara berangsur, perlahan tetapi pasti mereka menawarkan pembelian usaha-usaha dan apartemen penduduk asli di Paris 13.” Setelah bekerja dan tinggal satu … Baca Selengkapnya

Cerpen : Chief Sitting Bull oleh Umar Kayam

PAGI itu tidak banyak orang yang berkerumun di sekitar carousel Central Park. Hanya ada beberapa orang anak kelihatan bertengger di atas kuda-kudaan, seperti biasa tidak sabar menunggu lonceng tanda carousel berjalan berbunyi. Di bangku-bangku sekitar carousel, ibu-ibu atau pengasuh anak-anak itu duduk mengobrol sambil sesekali mengawasi anaknya. Teng-teng-teng. Lonceng berbunyi, wajah anak-anak berseri-seri, dan carousel … Baca Selengkapnya