Cerpen : Ajaran Kehidupan Seorang Nenek oleh Nh Dini

Jauh-jauh aku datang, dimulai hari pertama aku sudah mendapat kekecewaan. Ibu tidur di kamar Puspa, tapi tidak boleh menggendong dia,” kata anak sulungku. “Kalau dia terbangun dan menangis?” “Biarkan saja! Anakku tidak kubiasakan digendong.” Seolah-olah dia tidak yakin bahwa aku mengerti kata-katanya, anakku mengulangi, nada suaranya terkesan mengancam, “Betul lho, Bu! Jangan sampai begitu Ibu … Baca Selengkapnya

Cerpen : Daun-daun Waru di Samirono oleh Nh Dini

Matahari bersinar lembut. Tadi malam hujan yang mendadak menyiram bumi Mataram membikin orang-orang kaget namun berlega hati. Kemarau tiba-tiba terputus sejenak walaupun mungkin akan diteruskan selama dua atau tiga bulan mendatang. Seingat Mbah Jum, para tetangganya sering menyebut September karena berarti sumberé kasèp¹. Perempuan tua itu hanya mengenal nama-nama bulan Jawa melalui hitungan cahaya malam … Baca Selengkapnya

Cerpen : Meiling oleh NH Dini

KETIKA Meiling baru tiba dari barak pengungsian di Hongkong, bibinya pernah bercerita: “Pamanmu pintar dalam urusan tanah, jual-beli di bidang itu. Hampir seluruh Paris 13 kini menjadi kawasan masyarakat kita, berkat pamanmu bersama kelompoknya. Secara berangsur, perlahan tetapi pasti mereka menawarkan pembelian usaha-usaha dan apartemen penduduk asli di Paris 13.” Setelah bekerja dan tinggal satu … Baca Selengkapnya