Cerpen : Yulius oleh Arie MP Tamba

Sudah tiga tahun Yulius hidup menjadi bagian dari rumah kos yang posisinya berhadapan dengan sebuah terminal kecil. Pukul empat pagi terminal kecil itu mulai hidup dengan deru-deru mesin berbagai angkutan kota dan derap kaki para penumpang yang naik dan turun, berganti kendaraan sesuai jurusan yang dikehendaki, atau datang dan pergi ke tempat yang dijadikan tujuan. … Baca Selengkapnya

Cerpen : Kematian Gumortap (Ombak dan Belati Tanpa Sarung) oleh Arie MP Tamba

Sembilan belas hari sebelum kematian Gumortap. ”Tangkap!” teriak seorang kenek kapal Makmur yang melemparkan tali kapal ke arah orang-orang yang berkerumum di tepi pelabuhan Onansait. Langit pagi sebagian masih memerah. Angin bertiup ringan. Dua orang pemuda dengan agak berebutan menerima tali itu, dan salah seorang yang berhasil menangkapnya segera mengikatkannya ke tiang tambatan kapal Penjelajah … Baca Selengkapnya