Cerpen : Perempuan yang Terus Menari oleh Ayu Prawitasari

Siang tadi aku menari riang dengan diriku sendiri sambil mengikuti suara Ahmad Dhani di Spotify dari tablet abu-abu yang kutaruh di meja kerja kamar hotel tempatku menginap. Tiga minggu semenjak kau, Baskara, laki-laki yang nyaris terasa seperti fantasi – yang telah menarik diriku sepenuh-penuhnya dalam pesona magismu dengan buku-buku, intelektualitas, dan kedalaman emosimu, mengabarkan tak bisa menemaniku di Kota Malang, aku terjebak … Baca Selengkapnya

Cerpen : Sophia oleh Ayu Prawitasari

Rasanya aku mulai bisa merasakan awan gelap yang menjalar pelan di kepala Santiago, nelayan tua yang dihidupkan Ernest Hemingway dalam novel The Old Man and The Sea. Laki-laki itu menggantungkan hidupnya dari samudra seperti juga aku yang menggantungkan kebahagiaanku sepenuh-penuhnya pada Sophia. Seperti juga Santiago yang bahkan hingga hari ke-84 tak berhasil menangkap seekor ikan … Baca Selengkapnya

Cerpen : Tunggu Aku di Tugu oleh Ayu Prawitasari

Putaran ketiga sendok teh yang mengelilingi cangkir abu-abu tepat pukul setengah lima pagi mengantarkanku ke Stasiun Tugu tepat di jalur empat. Keretaku akan tiba pukul tujuh malam dan kamu sudah menungguku sejak pukul enam sore tadi. Satu jam lebih awal, selalu begitu. Meskipun ponsel dalam tas belum kubuka, aku tahu isinya pastilah sudah penuh dengan … Baca Selengkapnya

Cerpen : Teman Perjalanan oleh Ayu Prawitasari

Bagian yang paling aku suka dalam hidup ini adalah menjadi teman perjalananmu dan itu adalah momen saat kita berdua menggenggam tiket bepergian dengan tujuan sama. Kamu akan merobek plastik pembungkus sampul buku dan aku mengikuti gerakanmu. Bunyi plastik yang berpisah dari tubuh buku terdengar begitu merdu, mirip bunyi kereta api yang tiba di stasiun. Peluit … Baca Selengkapnya

Cerpen : Jangan Masuk Hutan Itu! oleh Ayu Prawitasari

Aku melihat laki-laki itu dari kejauhan. Tampak pepohonan rimbun di belakangnya. Apakah dia akan masuk hutan itu? Hutan yang kata warga desa ini sangat angker. Tak ada yang kembali begitu masuk di dalamnya. Semuanya lenyap, tak ada yang pulang. Semuanya hilang. Anak-anak, remaja, pemuda, orang tua, tak ada satu pun yang selamat. Hutan itu melahap … Baca Selengkapnya

Cerpen : Kardigan oleh Ayu Prawitasari

Rasanya mirip air mata yang asin. Semula kupikir begitu, namun kurasa aku salah. Kardigan dan kaus yang lengket di tubuh membuatku yakin kalau aku tak menangis. Panas dini hari ini membuat tubuhku basah kuyup. Keringat yang terbit dari dahi mengalir hingga mataku. Pukul tiga pagi dan rasanya gerah sekali. Padahal, semalam aku kedinginan. Kardigan tua … Baca Selengkapnya