Cerpen : Wanita yang Bersembunyi di Ubun-ubun Tuaku oleh Budi Wahyono
Dari kaca jendela di lantai tiga hotel itu kulihat matahari pamitan tenggelam. Suasana kamar temaram. Warna coklat emas memenjarakan keliaranku, termasuk korden yang musti kututup. Namun, wanita berpipi bulat itu mengetuk kamar lagi. Nyelonong seenaknya. Perasaanku merinding. Rasanya seperti pesakitan yang terus dimanja dengan hal-hal yang menyangkut kebutuhan. Kerdipan mripatnya membuat bayangan langkahku sempoyongan. ”Sampeyan … Baca Selengkapnya