Cerpen : Reinkarnasi Babi oleh Faruqi Umar
Hujan belum reda seutuhnya ketika lelaki tambun berkumis tipis itu datang mengetuk pintu rumahku. Aku segera menemuinya ke depan, menyalaminya, lalu mempersilakannya duduk. Tatapan matanya terasa dingin, lebih dingin dari genggaman tangannya. Sekilas, pandangannya menyapu seisi ruang tamu, bahkan tumpukan kain di meja di samping mesin jahit. ”Aku tak menyangka kau pandai menjahit,” ia seperti … Baca Selengkapnya