Cerpen : Roh Cinta Ibu oleh Gansar Dewantara

Pertunjukan tunggal setiap pagi yang dilakonkan perempuan itu sanggup mengusir pementasan burung-burung yang lincah dan merdu. Perempuan itu selalu mendekap selembar kain batik mahakaryanya, ia membiarkan rambut ikal hitam sebahu miliknya berserakkan, sesekali parade angin menyibak-nyibak beberapa helai hitam panjang menutupi wajahnya. Selintas sepertinya perempuan itu menikmati pemandangan hamparan sawah dan rerimbunan yang merdeka. Namun, … Baca Selengkapnya