Cerpen : Ada Tanda di Lehermu oleh Meutia Swarna Maharani

Sedikit banyak Ipi berharap Banu akan muncul di depan rumahnya dengan setelan hitam-hitam, seperti gambaran orang pintar yang sering dilihatnya di teve. Mungkin juga Ipi membayangkan akan melihat Banu dengan mata bercelak legam, atau bibir yang pecah-pecah diolesi bekas larutan arang. Namun yang didapatinya kini agak membuat kening mengernyit kecewa. Tidak ada hitam yang diinginkan … Baca Selengkapnya

Cerpen : Mata Dibalas Mata oleh Meutia Swarna Maharani

Saat Dinda memutuskan sudah saatnya untuk ia menikah, syarat dari Mama hanya satu; wali nikahnya haruslah Daim. Bagi Mama, Daim dilangkahi adiknya dalam urusan jodoh merupakan satu yang haram. Walau Daim sudah bilang berkali-kali bahwa ia tak ambil pusing soal siapa yang menikah duluan, Mama tetap tidak mau tahu urusan. Daim wajib untuk datang menjadi … Baca Selengkapnya

Cerpen : Yanusa Nugroho oleh Meutia Swarna Maharani

Terlahir sebagai seorang buta tidaklah begitu buruk. Setidaknya bagiku. Aku masih bisa merasakan hangatnya sinar mentari di permukaan kulitku, juga masih mampu meminta tambah untuk setiap masakan Simbok. Aku tak terlalu menderita. Selama hidungku masih dapat menghirup udara seberapa pun yang kumau, aku masih terhitung bahagia. Aku tak tahu sejak kapan aku buta. Mama dan … Baca Selengkapnya