Cerpen : Menunggu Kabar Kakak oleh Muhamad Pauji

SEHARIAN dia marah-marah enggak karuan. Dia marah pada orang tuanya yang mengantarkannya ke dunia brengsek ini. Dunia yang dia nggap menyengsarakan ini. Mengutuk sana-mencibir sini. Orang-orang bilang gemah ripah loh jinawi, tetapi apanya yang subur dan makmur? Rutan dan lapas penuh sesak dihuni ribuan napi. Bukankah semestinya rutan dan lapas itu hanya menampung beberapa ratus … Baca Selengkapnya

Cerpen : Ketika Virus Itu Menghilang oleh Muhamad Pauji

Setelah masuk ruang laboratorium, lelaki jangkung berwajah oval itu berdiri di samping saya. Kami berbincang-bincang sejenak, kemudian saya mengajaknya menuju peralatan yang sudah saya persiapkan sejak pagi tadi. Ia mengerutkan dahi dengan satu mata memicing ke arah mikroskop berteknologi tinggi. Ia terlihat canggung, gugup, dan tangannya agak gemetar. Sepertinya, ia tak biasa dengan pekerjaan ini. … Baca Selengkapnya