Cerpen : Seekor Buaya di Sungai Karang Tambak oleh Tjak S. Parlan

Bangkai seekor belanak terapung di arus tenang dan berputar perlahan di sekitar tempat Amir Sareh melemparkan kail. Amir Sareh yang mulai bosan, mendorongnya dengan ujung joran hingga bangkai ikan itu hanyut terbawa arus yang lebih deras. “Sudah penuh belum kepis-nya?” Amir Sareh menepuk-nepuk kepis bambu yang tergantung di pinggangnya, memperlihatkannya kepada Pangat yang tengah berdiri … Baca Selengkapnya

Cerpen : Mengantar Markus Pulang oleh Tjak S. Parlan

Markus duduk di lantai dan menyandarkan tubuhnya pada dinding kayu. Meski masih lunglai, tapi wajahnya terlihat lebih segar malam itu. Berjarak hanya sedepa di depannya, dua orang sikerei dengan jejeneng bergemerincing di tangannya mengalunkan nyanyian yang terdengar seperti mantra. Bersamaan dengan itu, mereka juga membentangkan laka—kain berwarna merah seukuran bendera. Laka itu terus-menerus diayunkan di atas kepala Markus hingga mereka melangkah keluar … Baca Selengkapnya

Cerpen : Menikah dengan Terop oleh Tjak S Parlan

Setelah bartahun-tahun tidak saling berkabar, mereka bertemu di sebuah kafe. Sujar menikmati segelas cold brew— jenis yang dibanggakan Bari sebagai menu favorit di kafe yang dikelolanya itu. “Kamu masih ingat apa yang dikatakan ibuku?” tanya Bari. “Bahwa aku tidak akan pernah bisa lepas dari penari gandrung.” Sujar tersenyum dan berusaha mengingat. Di dalam benaknya muncul … Baca Selengkapnya