Cerpen : Bocah Pencuri Tulang oleh Adam Gottar Parra

Kendati mulutku sudah pegal meniup lubang tungku, kayu setengah basah itu belum juga mau menyala. Embusan napasku hanya sanggup menimbulkan percikan bara kecil yang berkedip-kedip seperti mata anak burung, selebihnya adalah asap yang memekakkan mata. Aku menggosok-gosok kelopak mata yang perih dengan punggung tangan agar bisa melihat. Lalu membuka tutup periuk dan melongok ke dalam, … Baca Selengkapnya

Cerpen : Lelaki Tua di Dalam Karung oleh Adam Gottar Parra

BERAWAL dari sepucuk surat yang dikirim Bibi saya, yang meminta saya datang ke Bulago. “Datanglah, kapan pun kamu sempat, tahun ini, atau tahun depan, tapi lebih cepat lebih baik, siapa tahu kamu masih bisa berjumpa dengan kakekmu, yang kini sudah berusia 100 tahun,” tulis Bibi Maryam Jasmine Asghar, yang kini tentu sudah menjadi penghuni makam … Baca Selengkapnya

Cerpen : Bulan Sepucat Lembu oleh Adam Gottar Parra

Di bawah langit magrib yang coreng-moreng, ia membuat bulan dari tanah liat. Dicampurnya bingkah-bingkah tanah hitam itu dengan kotoran sapi yang masih muda agar bulannya berwarna kuning emas seperti warna anak sapinya yang hilang di malam keramat. SUTO membayangkan, setelah bulannya itu jadi nanti, akan diletakkannya di bawah pohon jati di pundukan ladang yang paling … Baca Selengkapnya

Cerpen : Bukit yang Tidak Selesai Dibangun oleh Adam Gottar Parra

Di kota kecil kami yang dilingkungi bukit-bukit, teronggok sebongkah bukit yang tidak selesai dibangun. Namanya Bukit Toktok. Keadaannya berantakan, mirip proyek mangkrak yang ditinggalkan pemborongnya. Di sana-sini terlihat timbunan tanah dan bongkahan batu yang belum dipasang serta tumpukan biji-bijian yang sudah menjadi fosil. Sedianya, biji-bijian yang didatangkan dari berbagai tempat di luar pulau itu akan … Baca Selengkapnya