Cerpen : Pertunjukan oleh F Rahardi

  Kamu mengatakan bahwa yang saya persembahkan ini sebuah pertunjukan. Aku tidak setuju, sebab yang kusampaikan ke masyarakat hanyalah gangguan kuping. Aku berharap syaraf-syaraf kuping mereka tersiksa dengan hebatnya, lalu pada menit-menit bahkan detik-detik terakhir mereka akan aku siram dengan gerimis yang sejuk. Turun dari pesawat kami harus jalan darat, dan tiba sudah sangat larut … Baca Selengkapnya

Cerpen : Samanasanta oleh F Rahardi

Kamu akan berangkat lewat Denpasar atau Surabaya atau Kupangkah? Bolehkah aku titip diriku karena ini baru pertama aku datang ke Larantuka. Benarkah nama kota di Flores tempat Samanasanta itu Larantuka? Bolehkah? Aku meninggalkan Paris sudah seminggu lalu, tetapi terlalu lama aku tertahan di Bangkok. Ditambah lagi ketika Jakarta, yang juga sama macet dengan Bangkok, telah … Baca Selengkapnya

Cerpen : Alun-alun Suryakencana oleh F Rahardi

Seperti biasa, pagi itu Alun-alun Suryakencana di Taman Nasional Gede Pangrango sangat cerah. Langit begitu biru dan bersih. Tak ada awan, tak ada kabut, tak ada angin. Matahari putih dan silau, tetapi udara masih juga dingin. Semua sepi. Hanya sekali-sekali dipecah tawa, teriakan dan suara misting beradu dari arah tenda. Pagi itu, beberapa tenda pecinta … Baca Selengkapnya

Cerpen : Rokok Mbah Gimun oleh F Rahardi

Ke mana-mana Mbah Gimun selalu tampak dengan rokok lintingan, yang terus menempel di antara dua bibirnya yang tebal dan hitam. Rokok itu sangat besar dan hanya terbuat dari tembakau kasar dengan kertas lintingan yang juga kasar. Mbah Gimun tidak pernah tampak mengisap rokok yang ada di mulutnya itu. Rokok itu hanya dibiarkannya di sana dan … Baca Selengkapnya