Cerpen : Makam oleh Herman RN

Berulang kali Abdul dan keluarga menolak pembebasan tanah di belakang rumahnya. Meskipun tanah itu tidak terlalu luas, dan dihargai dua kali lipat dari harga sebelumnya, Abdul tetap menolak. ”Ada makam Pak Teungku di sana,” alasan Abdul. ”Rumah dan kebun Pak Abdul ini memang sudah masuk dalam kawasan pengembangan kecamatan sejak dulu. Sudah dimasukkan dalam blueprint sejak camat … Baca Selengkapnya

Cerpen : Gegasi dalam Cerita Kakek oleh Herman RN

ANAK kecil harus tidur cepat. Kalau tidak, nanti dimakan gegasi. Begitu kata kakekku saban malam. Herman RN “JADI kita tidak boleh keluar malam hari ya, Kek? Kalau aku mau lihat bola di langit, Kek? Bolanya terang sekali. Bola itu cuma ada malam hari, Kek. Boleh, Kek?” Kakek tersenyum. Tatapannya lekat. “Itu bukan bola, cucuku.” Ia merangkulku … Baca Selengkapnya

Cerpen : Tukang Obat Itu Mencuri Hikayatku oleh Herman RN

  Suatu malam dia datang ke rumahku. Dia memperkenalkan dirinya sebagai pengelana yang berasal dari jauh. Katanya, ia datang ke kampung kami untuk mengadu nasib sebab di kampungnya dia tidak memiliki apa-apa lagi. Sebagai orang yang dituakan di kampung, aku menyambutnya dengan sangat baik. Kulayani dia selayaknya tamu yang benar-benar baru tiba dari perjalanan sangat … Baca Selengkapnya