Cerpen : Makam oleh Herman RN
Berulang kali Abdul dan keluarga menolak pembebasan tanah di belakang rumahnya. Meskipun tanah itu tidak terlalu luas, dan dihargai dua kali lipat dari harga sebelumnya, Abdul tetap menolak. ”Ada makam Pak Teungku di sana,” alasan Abdul. ”Rumah dan kebun Pak Abdul ini memang sudah masuk dalam kawasan pengembangan kecamatan sejak dulu. Sudah dimasukkan dalam blueprint sejak camat … Baca Selengkapnya