Cerpen : Kisah Sedih di Hari Minggu 4.0 oleh Yoga Zen

Kau bangun kesiangan lalu mengumpat dan menyumpahi dunia sebagaimana yang lazim terjadi akhir-akhir ini ketika kau tersadar dari tidur yang tak nyenyak. Senin cenderung lebih lantang dibanding hari lainnya. Kau meneguk air putih, berkumur membersihkan tenggorokan sembari berjalan menuju jendela. Selepas tirai disibak dan engsel ditarik, kau menyemburkan air itu keluar seolah ingin meludahi dunia … Baca Selengkapnya

Cerpen : Bagaimana Pak Tua Itu Menemukan Jalan Pulang oleh Yoga Zen

JARAK dari Kota K ke Pesisir berkisar sekitar seratus dua puluh kilometer. Butuh waktu dua setengah jam sampai di sana bila naik kendaraan pribadi. Sedangkan bersama PO Janti, satu-satunya jasa layanan transportasi ke Pesisir, menghabiskan waktu paling tidak tiga setengah jam ditemani bus-bus tua berkarat, dan itu belum termasuk mogok atau pecah ban di tengah … Baca Selengkapnya

Cerpen : Paman Gordi oleh Yoga Zen

Oleh YOGA ZEN — Pada hari ketika Paman Gordi meninggal, semua orang di rumahku sepakat bilang kepada pelayat bahwa ia jatuh di kamar mandi. Hanya sebatas itu. KETIKA mereka bertanya lebih lanjut bagaimana persisnya, pihak keluargaku memberikan jawaban yang berbeda seakan terkesan menyembunyikan sesuatu. Nenekku berkata bahwa almarhum sudah tidak sadarkan diri sejak kali pertama … Baca Selengkapnya

Cerpen : Rumah Bako oleh Yoga Zen

Aku tak perlu bertanya untuk tahu letak rumah itu. Sebab, aku mengingat gapura bergonjong sebagai petunjuk saat pertama kali kami mengunjunginya dua dekade silam. Tak ada yang berubah, pikirku. Gapura itu masih berdiri mengangkangi jalan dengan ukiran limpapeh yang tak juga berubah. Aku menyelinap ke jalan setapak mendaki yang dipenuhi pohon-pohon kapuk raksasa persis di belakang gapura … Baca Selengkapnya