Cerpen : Jalan Sunyi Menuju Mati oleh Fandrik Ahmad

Tak ada kesunyian yang lebih sunyi selain mati bersamaku. Kematian tanpa iringan pelayat. Kematian tanpa tangis sanak dan kerabat. Bukankah kematian mestinya dirayakan, bukan terjebak dalam kesunyian? Aku bersembunyi di sebuah tempat paling sunyi. Tempat tanpa cahaya. Tempat yang sejatinya bukan pilihan yang tepat untuk menghabiskan hari tua. Pilihan ini semata demi menyelamatkan manusia dari … Baca Selengkapnya

Cerpen : Slerok oleh Fandrik Ahmad

Ia berpesan, jangan dikubur di tanah wakaf. Sebagaimana kata wakaf, siapa pun boleh dikubur di sana. Tak perlu merogoh kocek sekadar penebus sekotak lubang kematian. Tidak. Ia ingin berbaring di tanah sendiri. ”Tak ada yang lebih merdeka selain mati di atas tanah sendiri,” tukasnya. Namanya Pak Mat, tinggal di Slerok 1). Sebuah perkampungan di kaki … Baca Selengkapnya

Cerpen : Segara oleh Fandrik Ahmad

COBALAH kau berdiri di bibir pantai ketika muka langit merona jingga. Lemparkan kemampuan sejauh pandanganmu. Kau akan merasakan seberapa dalam perasaan mereka menggantungkan asa pada segara. Kata Epak menjelang keberangkatannya, suatu ketika. Cobalah kau berdiri di bibir pantai ketika muka langit merona jingga. Tataplah hamparan kerikil batu karang sepanjang pesisir pantai yang ditinggalkan surutnya segara. … Baca Selengkapnya