Cerpen : Nyaris oleh Gandi Sugandi

Pada satu postingan satu grup media sosial kampus, ada sepuluh foto, berisi sekumpulan perempuan sedang berada di satu taman hutan raya. Semuanya tampak kompak bersukaria. Dari semua foto, ada satu yang menarik perhatian Rudi: enam perempuan seraya tiduran di tanah berumput membuat sebuah lingkaran. Masing-masing ujung dari kepala mereka beradu, semua bibir tersenyum. Rudi sampai … Baca Selengkapnya

Cerpen : Anjing yang Malang oleh Gandi Sugandi

Di satu titik batang sungai dengan alurnya yang cukup panjang, aliran airnya dibelokkan ke surge tank untuk mengisi waduk, yang logikanya sepanjang alur itu akan kering. Akan tetapi, rupanya tetap terisi air dari genangan-genangan yang bersumber dari rembesan-rembesan, juga dari mata-mata air yang besar-kecil di sekitar yang terus memancar. Belasan orang dari kampung terdekat tak membiarkan fenomena … Baca Selengkapnya

Cerpen : Musibat Hemat oleh Gandi Sugandi

Herman berdiri hanya berhanduk di depan bak mandi. Tubuhnya sudah bersih diguyur air dan gosokan dari sabun yang sudah kecil. Rambutnya masih basah, sudah bersampo. Saat hendak menggosok gigi, pasta gigi dalam kemasan plastiknya ternyata tinggal sedikit. Akhirnya, urung menggosok gigi, keluar dari kamar mandi. Di dapur, Herman berkata pada Iros istrinya, “Pasta gigi mau … Baca Selengkapnya

Cerpen : Keluarga Seni oleh Gandi Sugandi

Tulisan tebal berhuruf kapital ”JANGAN MASUK” di kertas karton terpampang di tengah daun pintu ruangan, di ujung kanan dalam rumah. Ada ayah di sana, sedari pagi masih serius bergelut melukis pemandangan alam, yang sampai sesiang ini pun belum tuntas-tuntas. Di satu kamar, adik laki-lakiku yang bungsu, sedang bertekun membaca sekaligus menghapal naskah drama dengan mencoba … Baca Selengkapnya