Skip to content

CERPENDEK.COM

Indeks Sastra Cerpen di Indonesia

Menu
  • Account
  • HOME FULL WIDTH
  • INDEKS MEDIA
  • INDEKS PENGARANG
  • Login
  • Logout
  • Members
  • Password Reset
  • Privacy Policy
  • RANDOM POST
  • Register
  • User
Menu

Cerpen : Anjing yang Malang oleh Gandi Sugandi

Posted on Kam, 14 Sep 2023

Di satu titik batang sungai dengan alurnya yang cukup panjang, aliran airnya dibelokkan ke surge tank untuk mengisi waduk, yang logikanya sepanjang alur itu akan kering. Akan tetapi, rupanya tetap terisi air dari genangan-genangan yang bersumber dari rembesan-rembesan, juga dari mata-mata air yang besar-kecil di sekitar yang terus memancar.

Belasan orang dari kampung terdekat tak membiarkan fenomena itu. Batang-batang sungai ditata, diatur-diatur, genangan dibendung dengan lumpur dibuat kolam untuk budidaya ikan, atau dibuat kotak sawah—walaupun letak-letaknya sporadis karena terhambat batu-batu besar-kecil.

**

Kini, tanaman padi milik Sujoni sedang matang, sekitar sepuluh harian lagi akan dipanen. Padi-padi itu tumbuh baik dan normal sehat. Sujoni telah memeliharanya dengan intensif sesuai teknis budidaya bertanam padi di sawah yang diwarisi turun-temurun.

Namun seperti biasa, pada setiap padi-padi sedang bernas menguning, di waktu siang hama burung-burung pipit berdatangan mematuki. Burung-burung pipit itu bermigrasi dari sawah-sawah sekitar perkampungan. Lalu ketika malam, babi hutan kerap kali merusak, memakan padi-padi sekaligus mengacak-acak tanaman padi. Babi-babi hutan itu berasal dari hutan-hutan yang berada di atas kiri-kanan pinggir-pinggir sungai.

**

Seperti malam-malam kemarin, malam ini Sujoni akan sendirian saja di gubuk gedek mungil menjaga padi. Sujoni telah terbiasa tinggal di lokasi yang cukup jauh ke mana-mana itu, berteman dengan suasana yang sepi hingga teradaptasi, yang jangankan pada malam hari sunyi mencekam, ketika siang pun lengang senyap.

 

Entah pada pukul berapa, Sujoni terbangun mendengar suara ”ngok! ngok! ngok! ngok!” babi hutan. Dengan tergesa, senter besar yang tersimpan di bawah kusen jendela satu-satunya diambilnya. Hanya bersarung, tergopoh-gopoh keluar dari pintu pendek, melewati amben sempit, lalu turun hati-hati meniti tangga gubuk.

Usai beberapa langkah kaki di jalan setapak yang dibuat dadakan di tepi sungai, cahaya senter diarahkan ke hamparan tanaman padinya. Cahaya senter telah diarahkannya berkali-kali ke berbeda arah, namun belum berhasil menemukan sesosok hewan berbulu kasar dan berkulit kasar itu. Hamparan yang meskipun relatif datar, tetapi terhalang batu-batu, cukup menyulitkannya.

”Ngok! Ngok! Ngok! Ngok!”

Suara babi hutan kembali terdengar. Sujoni tahu, nguikan barusan bukan dari babi hutan yang tadi, tetapi dari babi hutan yang lain, membuatnya lebih waspada. Saat cahaya senter diarahkan ke batas sawah di sebelah kanan dari hadapannya, di pinggir batu paling besar, terlihat rombongan babi hutan sebanyak lima ekor.

Sujoni memilih mundur, tidak mau sesuatu terjadi yang dapat mencelakai diri. Sujoni dengan setengah berlari kembali menuju gubuknya, meski ini berarti, kerusakan pada tanaman padinya akan bertambah.

**

Pagi-pagi, tanaman padinya diperiksa. Mengurut dadalah Sujoni. Tanaman padi yang diserang mencapai seperempat dari seluruh luas sawah. Dengan lunglai, tanpa sarapan, Sujoni pun pulang ke rumah, tidak menuju gubuk.

Di rumah, tampak Iroh sedang menanak nasi di dapur. Melihat suaminya datang dengan lesu, Iroh langsung bertanya, ”Ada apa Kang?”

”Aku pusing dengan nasib tanaman padi kita, saat malam diserang babi hutan. Kalau siang diganggu burung-burung pipit.”

”Aku belum bisa membantumu Kang. Kau kan tahu, aku sedang kurang begitu sehat. Aku butuh obat dan asupan makanan yang bergizi.”

”Obat, ya banyak kan di warung. Kalau makanan yang bergizi, ya jangan manja, kita kan orang susah. Kan banyak lalap-lalapan, bukankah juga sehat?”

”Iya Kang. Kita hidup miskin karena nasib juga. Kampung kita jauh ke mana-mana, dikelilingi hutan.”

”Kau punya saran tidak, agar sisa tanaman padi kita bisa selamat dari gangguan babi hutan dan burung pipit? O ya, boleh kan radio transistor itu aku pinjam dulu untuk disimpan di gubuk?”

”Sudah saja bawa anjing ke gubuk kita, agar aman. Radio itu, iya bawa saja.”

**

Sujoni tidur lagi di dalam gubuk yang sempit. Kali ini tidak sendiri, tetapi ditemani Beck, anjing hitam remaja yang didapat secara cuma-cuma dari tetangganya.

Sekitar pukul 22.00, di satu rimbun barisan tanaman padi, ada babi hutan sedang mengunyah padi. Beck yang tiduran di tangga diterangi cahaya lampu teplok terbangun karena suara kerosak-kerosak, lalu spontan menyalak, ”Guk! Guk! Guk! Guk!”

Babi hutan yang disalak bergeming, malah mengarahkan mukanya ke arah suara. Beck menjadi takut, meskipun tetap menyalak, tetapi bersiap-siap berlari.

Suara salakan yang tak berhenti membuat Sujoni yang sedang tidur bangun langsung meraih senter dan golok.

Beck tak henti menyalak.

Di luar pintu, Sujoni mengarahkan cahaya dari lampu senter ke sekeliling. Cahaya lampu terhenti di sesosok babi hutan.

”Babi hutan sialan!” Sujoni mengumpat. Babi hutan yang hanya satu ekor itu lantas berlari karena melihat golok berkilat teracung di tangan Sujoni.

Usai dirasa aman, Sujoni kembali ke gubuk meneruskan tidurnya, sedangkan Beck tetap tidur sambil berjaga di teras depan gubuk menjaga padi. Entah pukul berapa ia tidur.

**

Ketika tiba pagi, usai memeriksa tanaman padi, Sujoni membuat nasi liwet di pinggir gubuk yang beratapkan asbes. Beberapa saat kemudian, nasi liwet pun tanak. Dengan alas piring seng dan ikan asin, Sujoni sarapan. Beck, juga ikut sarapan: hasil campur baur antara nasi liwet dan ikan asin.

Usai sarapan, Sujoni menjerang air untuk menyeduh kopi. Seraya menunggu air matang, kembali ke dalam gubuk untuk meraih plastik kemasan berisi tembakau yang tergeletak begitu saja di lantai bambu.

Kertas papier dikeluarkannya, dicomotnya irisan daun tembakau secukupnya untuk dibuat rokok lintingan.

Beberapa saat kemudian, air pun matang. Gelas bambulah yang menjadi media campuran air panas dan kopi sachet. Beck juga tak lupa diberi air putih dalam mangkuk plastik untuk minum.

Sinar matahari pagi mulai meninggi. Dari arah timur, terlihat serombongan kecil burung pipit berdatangan ke arah padi sawah kepunyaan Sujoni.

Sujoni yang sedang menikmati kepulan-kepulan asap tembakau langsung berdiri, setengah berlari menuju sawahnya. Beck tak ketinggalan mengikuti. Sujoni melempar-lemparkan kerikil untuk mengusir burung-burung pipit. Sedangkan Beck seperti biasa menyalak tak henti.

Sujoni mendadak teringat pada Iroh karena biasanya Iroh-lah yang mengusir burung-burung pipit. Sedangkan Sujoni saat ini sama sekali sedang tidak punya uang untuk membeli obat-obat warung dan membeli makanan bergizi.

Namun entahlah, tiba-tiba Sujoni mendadak mempunyai ide, siang ini akan menemui seorang tengkulak untuk menawarkan tanaman padinya.

Saat menuju rumah seorang tengkulak, Beck ikut serta. Keduanya berjalan kaki memotong jalan melewati jalan setapak.

Transaksi tak terjadi, harga terakhir terlalu murah. Sujoni menjadi marah.

Sujoni terus berpikir: bagaimana caranya agar siang ini bisa mendapatkan uang untuk membeli obat dan makanan yang bergizi. Ah tetapi, Sujoni merasa buntu untuk berpikir.

Kali ini di jalan aspal, seraya berjalan untuk pulang ke rumah, muncul ide baru di kepala, akan menemui seseorang di satu rumah berpagar seng tinggi. Di tepi jalan, Sujoni numpang mobil pickup, berjongkok di bak, Beck pun turut serta.

Menjelang tiba di depan rumah itu, Sujoni minta berhenti, lalu nyelonong begitu saja masuk. Usai transaksi, Sujoni menerima uang, yang ternyata dari seorang pengepul anjing. Berlinanglah kedua mata Beck. Beck anjing yang malang.

(Bandung, Juli 2023)

***

Gandi Sugandi

Alumnus Sastra Indonesia Unpad tahun 2000. Saat ini bekerja di Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Selatan. Telah menerbitkan buku kumpulan cerpen berjudul Keluarga Seni.

sumber : kompas.id, 14 Sep 2023.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MEDIA

  • BHIRAWA (1)
  • FEMINA (1)
  • HALUAN (9)
  • HARIAN FAJAR (2)
  • HORISON (2)
  • JAWA POS (216)
  • KALTIM POST (35)
  • KEDAULATAN RAKYAT (23)
  • KOMPAS CETAK (698)
  • KOMPAS ONLINE (867)
  • KORAN MERAPI (2)
  • KORAN SOLOPOS ONLINE (59)
  • KORAN TEMPO ONLINE (228)
  • MAJALAH PANJI BALAI (1)
  • MAJALAH SASTRA PUSAT (1)
  • MEDIA INDONESIA (89)
  • NOVA (7)
  • PADANG EKSPRES (2)
  • PIKIRAN RAKYAT (13)
  • PONTIANAK POST (6)
  • RADAR BANYUWANGI (7)
  • RADAR BOJONEGORO (5)
  • RADAR BROMO (1)
  • RADAR JEMBER (1)
  • RADAR JOMBANG (1)
  • RADAR KEDIRI (2)
  • RADAR MADIUN (1)
  • RADAR MOJOKERTO (6)
  • RAKYAT SULTRA (1)
  • REPUBLIKA CETAK (12)
  • REPUBLIKA ONLINE (24)
  • SINGGALANG (6)
  • SUARA MERDEKA (75)
  • SUARA NTB (1)
  • SUARA SARAWAK (1)
  • THE JAKARTA POST (22)
  • UTUSAN BORNEO (1)
  • WASPADA (7)

ARSIP

  • Januari 2026 (1)
  • Desember 2025 (1)
  • Oktober 2025 (4)
  • Agustus 2025 (6)
  • Juli 2025 (8)
  • Juni 2025 (15)
  • Mei 2025 (32)
  • April 2025 (25)
  • Maret 2025 (26)
  • Februari 2025 (32)
  • Januari 2025 (28)
  • Desember 2024 (25)
  • November 2024 (23)
  • Oktober 2024 (29)
  • September 2024 (31)
  • Agustus 2024 (32)
  • Juli 2024 (43)
  • Juni 2024 (41)
  • Mei 2024 (37)
  • April 2024 (26)
  • Maret 2024 (40)
  • Februari 2024 (31)
  • Januari 2024 (33)
  • Desember 2023 (34)
  • November 2023 (29)
  • Oktober 2023 (29)
  • September 2023 (34)
  • Agustus 2023 (34)
  • Juli 2023 (37)
  • Juni 2023 (40)
  • Mei 2023 (29)
  • April 2023 (29)
  • Maret 2023 (36)
  • Februari 2023 (41)
  • Januari 2023 (46)
  • Desember 2022 (44)
  • November 2022 (40)
  • Oktober 2022 (38)
  • September 2022 (19)
  • Agustus 2022 (18)
  • Juli 2022 (20)
  • Juni 2022 (19)
  • Mei 2022 (19)
  • April 2022 (19)
  • Maret 2022 (19)
  • Februari 2022 (18)
  • Januari 2022 (21)
  • Desember 2021 (16)
  • November 2021 (18)
  • Oktober 2021 (23)
  • September 2021 (19)
  • Agustus 2021 (21)
  • Juli 2021 (19)
  • Juni 2021 (17)
  • Mei 2021 (19)
  • April 2021 (14)
  • Maret 2021 (10)
  • Februari 2021 (13)
  • Januari 2021 (16)
  • Desember 2020 (13)
  • November 2020 (13)
  • Oktober 2020 (13)
  • September 2020 (13)
  • Agustus 2020 (14)
  • Juli 2020 (14)
  • Juni 2020 (11)
  • Mei 2020 (13)
  • April 2020 (13)
  • Maret 2020 (11)
  • Februari 2020 (12)
  • Januari 2020 (11)
  • Desember 2019 (13)
  • November 2019 (12)
  • Oktober 2019 (11)
  • September 2019 (11)
  • Agustus 2019 (13)
  • Juli 2019 (12)
  • Juni 2019 (19)
  • Mei 2019 (3)
  • April 2019 (4)
  • Maret 2019 (6)
  • Februari 2019 (5)
  • Januari 2019 (7)
  • Desember 2018 (8)
  • November 2018 (4)
  • Oktober 2018 (3)
  • September 2018 (5)
  • Agustus 2018 (7)
  • Juli 2018 (8)
  • Juni 2018 (4)
  • Mei 2018 (5)
  • April 2018 (6)
  • Maret 2018 (5)
  • Februari 2018 (4)
  • Januari 2018 (4)
  • Desember 2017 (5)
  • November 2017 (6)
  • Oktober 2017 (5)
  • September 2017 (4)
  • Agustus 2017 (4)
  • Juli 2017 (5)
  • Juni 2017 (4)
  • Mei 2017 (2)
  • April 2017 (5)
  • Maret 2017 (2)
  • Februari 2017 (2)
  • Oktober 2016 (1)
  • Mei 2016 (1)
  • Agustus 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (5)
  • Februari 2015 (4)
  • Januari 2015 (3)
  • Desember 2014 (2)
  • November 2014 (5)
  • Oktober 2014 (3)
  • September 2014 (4)
  • Agustus 2014 (4)
  • Juli 2014 (3)
  • Juni 2014 (5)
  • Mei 2014 (3)
  • April 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (7)
  • Januari 2014 (3)
  • Desember 2013 (5)
  • November 2013 (4)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (5)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (4)
  • Juni 2013 (5)
  • Januari 2013 (4)
  • Agustus 2012 (2)
  • Juli 2012 (5)
  • Juni 2012 (3)
  • Mei 2012 (3)
  • April 2012 (5)
  • Maret 2012 (4)
  • Februari 2012 (3)
  • Januari 2012 (4)
  • Desember 2011 (3)
  • November 2011 (2)
  • Oktober 2011 (5)
  • September 2011 (4)
  • Agustus 2011 (4)
  • Juli 2011 (5)
  • Juni 2011 (4)
  • Mei 2011 (5)
  • April 2011 (4)
  • Maret 2011 (4)
  • Februari 2011 (4)
  • Januari 2011 (5)
  • Desember 2010 (5)
  • November 2010 (4)
  • Oktober 2010 (5)
  • September 2010 (3)
  • Agustus 2010 (4)
  • Juli 2010 (5)
  • Juni 2010 (4)
  • Mei 2010 (4)
  • April 2010 (4)
  • Maret 2010 (4)
  • Februari 2010 (3)
  • Januari 2010 (4)
  • Desember 2009 (4)
  • November 2009 (5)
  • Oktober 2009 (4)
  • September 2009 (3)
  • Agustus 2009 (5)
  • Juli 2009 (4)
  • Juni 2009 (4)
  • Mei 2009 (5)
  • April 2009 (4)
  • Maret 2009 (5)
  • Februari 2009 (4)
  • Januari 2009 (4)
  • Desember 2008 (4)
  • November 2008 (5)
  • Oktober 2008 (4)
  • September 2008 (4)
  • Agustus 2008 (4)
  • Juli 2008 (3)
  • Juni 2008 (5)
  • Mei 2008 (4)
  • April 2008 (4)
  • Maret 2008 (6)
  • Februari 2008 (4)
  • Januari 2008 (3)
  • Desember 2007 (5)
  • November 2007 (4)
  • Oktober 2007 (3)
  • September 2007 (5)
  • Agustus 2007 (4)
  • Juli 2007 (5)
  • Juni 2007 (4)
  • Mei 2007 (4)
  • April 2007 (5)
  • Maret 2007 (4)
  • Februari 2007 (3)
  • Januari 2007 (4)
  • Desember 2006 (3)
  • November 2006 (4)
  • Oktober 2006 (5)
  • September 2006 (4)
  • Agustus 2006 (4)
  • Juli 2006 (5)
  • Juni 2006 (4)
  • Mei 2006 (4)
  • April 2006 (5)
  • Maret 2006 (5)
  • Februari 2006 (4)
  • Januari 2006 (3)
  • Desember 2005 (3)
  • November 2005 (4)
  • Oktober 2005 (5)
  • September 2005 (3)
  • Agustus 2005 (4)
  • Juli 2005 (4)
  • Juni 2005 (4)
  • Mei 2005 (4)
  • April 2005 (4)
  • Maret 2005 (3)
  • Februari 2005 (5)
  • Januari 2005 (5)
  • Desember 2004 (4)
  • November 2004 (3)
  • Oktober 2004 (8)
  • September 2004 (2)
  • Agustus 2004 (5)
  • Juli 2004 (4)
  • Juni 2004 (4)
  • Mei 2004 (5)
  • April 2004 (4)
  • Maret 2004 (4)
  • Februari 2004 (4)
  • Januari 2004 (4)
  • Desember 2003 (4)
  • November 2003 (5)
  • Oktober 2003 (4)
  • September 2003 (3)
  • Agustus 2003 (5)
  • Juli 2003 (4)
  • Juni 2003 (5)
  • Mei 2003 (4)
  • April 2003 (3)
  • Januari 2001 (1)
  • Januari 2000 (1)
  • Desember 1998 (1)
  • Juli 1998 (1)
  • Mei 1998 (2)
  • April 1997 (1)
  • Mei 1993 (1)
  • Juli 1966 (1)
©2026 CERPENDEK.COM | Design: Newspaperly WordPress Theme