“TAK ada yang mau memakai naskah keparat ini,” kata Nur Azis. Ia tidak berteriak dan suaranya keluar nyaris berbarengan dengan gulungan kertas yang ia pukulkan ke tepi meja. Yang sampai ke telinga Linda,…
Bulan: Maret 2015
Cerpen : Hari Eksekusi oleh Deddy Arsya
DUA orang prajurit membawa saya ke sebuah tiang panjang di tengah lapangan luas di dalam loji. Tangan dan kaki saya diikat rantai besi yang saling terhubung dengan gelang-gelang dari baja. Kepala saya sebentar…
Cerpen : Istana Gotik oleh Iksaka Banu
DERIT rem disusul empat bantingan pintu oto. Pasti Babah Sun dan teman-teman. Terlambat. Syaraf tubuh bagian bawahku mulai enggan mematuhi perintah otak. Rasa dingin menjalar ke seluruh tubuh. Aku akan mati. Mereka akan…
Cerpen : Untuk Sebuah Roman Picisan oleh Mona Sylviana
UNTUK menjadi seorang tokoh di sebuah roman picisan, perempuan itu harus mengenakan kardigan dan membawa jaket. Maka, perempuan itu mengambil kardigan dari rak lemari paling bawah. Ketika rajutan kuning kenari itu ditarik dari…
Cerpen : Jabiru oleh Wihambuko Tiaswening Maharsi
SUATU sore, belasan tahun yang lalu, setelah hujan, ketika awan menyibak pelan dan langit nampak sedikit cerah, beberapa bagian jalan setapak masih digenangi air. Aku melihat seorang perempuan muda duduk tidak jauh dariku….