Burung-burung api itu melesat dan menembus jantung para pembantai. Para pembunuh terbakar. Tubuh mereka menyala. Siti bertanya, ”Mengapa bangau-bangau ini jadi ganas semua?” Tak ada keindahan seanggun tarian burung bangau yang…
Bulan: Oktober 2011
Cerpen : Batas Tidur oleh Gde Aryantha Soethama
Jika hendak tamasya, kami akan pergi ke batas tidur, tubuh pun melayang-layang, terayun-ayun seringan kapas. Benda-benda, gedung, gunung, laut, pohon, dan ternak terangkat, namun tetap terpegang erat di tempatnya. Kicau burung,…
Cerpen : Epitaf bagi Sebuah Alibi oleh Akmal Nasery Basral
Jam meja memekik-mekik membangunkan Flayya. Tangannya yang selicin pualam itu bergerak spontan hendak mematikan alarm, melanjutkan kembara mimpi dari ranjang kamar apartemennya yang asri. Namun sel-sel otaknya mengingatkan ada pergantian jadwal siaran,…
Cerpen : Karangan Bunga dari Menteri oleh Seno Gumira Ajidarma
Belum pernah Siti begitu empet seperti hari ini. ”Pokoknya gue empet ngerti nggak? Empeeeeeeet banget!” ”Kenape emang?” Tanya Ira, sohibnya. ”Empeeeeeeeeeetttt banget!!” Ah elu! Empat-empet-empat-empet aje dari tadi! Empet kenape Sit?”…
Cerpen : Salawat Dedaunan oleh Yanusa Nugroho
Masjid itu hanyalah sebuah bangunan kecil saja. Namun, jika kau memperhatikan, kau akan segera tahu usia bangunan itu sudah sangat tua. Temboknya tebal, jendelanya tak berdaun—hanya lubang segi empat dengan lengkungan di…