Syahdan di hadapan Hatem, kota Smyrna seperti sosok sekarat yang menanti Dewa Thanatos[2] menjemputnya. Sepanjang mata bergelimpang puing gosong bangunan, matang bangkai unta dan kuda, serta cabik-cabik pedang serdadu yeniceri[3] yang tertinggal di tubuh ratusan manusia….
Bulan: Mei 2022
Cerpen : Ratu Kecantikan oleh Danthy Margareth
Aku melihatnya di diskotek dekat Alun-Alun Kota Bandung. Ia melenggak-lenggok di atas catwalk, di antara asap rokok dan goyangan dangdut koplo. Tangannya memainkan selendang bulu dengan gemulai. Sesekali ia menyibakkan rambut pirang…
Cerpen : Dia yang Kembali oleh Daisy Rahmi
”Apa Mama meninggalkan pesan?” Diana menggeleng. ”Tidak. Mama sudah tak sadar waktu dibawa ke rumah sakit.” Tiana terdiam. Tatapan matanya menerawang. Tangannya meremas sapu tangan yang sejak tadi digenggam. Kedua gadis kembar…
Cerpen : Aku dan Seekor Anjing Menjatuhkan Orde Baru oleh Dadang Ari Murtono
Untuk ulang tahunku yang ke-30, kawan-kawan membeli sepuluh botol arak beras merk Guci yang keras luar biasa. “Untuk dirimu sendiri,” kata mereka, “Kau boleh mengambil dua botol. Sisanya kami minum bersama.” Mereka…
Cerpen : Membeli Maaf
“AYAH kena, Kak.” Aku menarik napas. Wabah ini telah bertahun-tahun kita akrabi. Setiap kita mulai menata hidup kembali, selalu saja ada varian baru muncul. “Benar kan? Wabah ini sudah jadi lahan bisnis…
Cerpen : Rumah Itu, Rumah Opium oleh Indah Darmastuti
Aku sedang berada di depan gerbang rumah besar, mencari-cari tombol bel pintu ketika sebuah mobil berbelok dan lampunya menyorot persis pada gerbang di depanku. Spontan aku berbalik, tanganku melindungi mata dari silau…
Cerpen : Bukan Seorang Drupadi oleh Artie Ahmad
Kabar kematiannya tersiar dari pelantang suara masjid. Jelas betul bagaimana marbot masjid menyebut namanya, umurnya, waktu kematian, dan pukul berapa upacara kematiannya akan dilangsungkan. Sekali lagi marbot masjid mengulang… ”Nyonya Lindri, usia…
Cerpen : Kota Kehilangan oleh Radja Sinaga
Jika kau sedang merasa kehilangan dan tak menemukan tempat yang bisa membuatmu pulih atau kau merasa kebahagiaan adalah kebohongan paling nyata dibandingkan ucapan-ucapan politikus, maka bacalah cerita ini. Bila kau merasa kehilangan,…
Cerpen : Perempuan yang Merayakan Rindu dengan Buku-Buku oleh Perempuan yang Merayakan Rindu dengan Buku-Buku
Di mata orang, aku hanyalah seorang perawan tua yang kurang kerjaan. Selepas subuh, aku sudah rapi jali dengan sebuah buku dan secangkir teh tubruk tanpa gula. Menekuri huruf demi huruf dari sebuah…
Cerpen : Rumah (Te)tangga oleh Kedung Darma Romansha
No 527 Ia melempar bungkus rokok setelah meloloskannya satu lantas membakarnya, mengisapnya dengan cepat dan mengembuskannya dengan cepat pula. Seperti ada yang memburunya, mungkin masa depan yang sedemikian abstrak di kepalanya. Bukan,…