S he has been coming here every single day for as long as I can remember. Each time we would get excited at the prospect of getting our turn to please her. “Sumatra, please,” she would say once…
Bulan: Maret 2018
Cerpen : Peri Ayu Lembah Wilis oleh Bre Redana
”Bangun,” kata Peri Ayu. Ia perhatikan lelaki itu di tempat tidur. Tidurnya selalu begitu. Tampak nyenyak justru di pagi hari. Tangan bersedekap di dada. Kaki lurus. Seperti posisi orang mati. Dia tak…
Cerpen : Durian Ayah oleh Tim Harian Kompas
”Pohon ini bisa kau anggap adikmu,” ujar ayah sekitar sepuluh tahun lalu. Aku masih SMA waktu itu. Ayah memang suka begitu, mengatakan pohon-pohon tertentu sebagai kakak atau adik dari kami, anak-anaknya. Tolok…
Cerpen : Menjelang Bebas oleh Sori Siregar
Dengan debar jantung seorang penderita aritmia, Hendar terus menatap ke luar jendela dari lantai dua rumahnya. Cemas menghantuinya sejak sebulan lalu. Ia tidak pernah membayangkan bahwa hari tuanya setelah ia pensiun akan…
Cerpen : Kue Itu Memakan Ayahku oleh Guntur Alam
”Pelan-pelan, aku akan mati karena dimakan sebuah kue.” Itu ayah ucapkan padaku tepat satu minggu setelah ia diangkat menjadi juru potong kue di kantornya. Awalnya aku bingung, kok bisa ayah menjadi juru…