SORE terakhir di bulan September firasat mengerling kepadaku. Sehelai daun luruh tepat di atas kepala. Warnanya telah menguning. “Lebih baik iko [1] tidak usah ikut maggiri [2],” ujar Puang Lolo [3] yang…
Bulan: Januari 2014
Cerpen : Rumah di Desa oleh Aba Mardjani
WAJAH Catherine membinar ketika sore itu memperlihatkan sebaris kalimat singkat di layar ponsel kepada suaminya. ‘Iya. Mama dan Papa akan datang besok.’ “Betulan?” Ahlan tak mampu membendung rasa gembira yang menyesaki dadanya….
Cerpen : Kabut Ibu (2) oleh Mashdar Zainal
SEMENJAK aku bisa merasakan sentuhan, perempuan yang pertama kali memenyentuhku adalah kabut. Kabut yang muncul dari balik pintu dan jendela kamarku. Kabut yang melata dari lubang angin dan bawah pintu, kabut yang…