MALAM hari di mana bintang bertaburan dan bulan menyendiri dalam kelam, seorang pria berjalan menunduk. Ia menyeret langkahnya. Sepatu crocs-nya yang sedikit longgar sesekali meluncur di atas trotoar berlapis keramik. Saat itu,…
Bulan: Agustus 2023
Cerpen : Pamong oleh M Rosyid HW
“INNALILLAHI wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia Bapak Khoiri, RT 12, RW 03.” Warta duka dari speaker masjid bergema. Warga kasak-kusuk dan saling mengetuk pintu. Berkabar tentang kematian kepala dusun mereka….
Cerpen : Drama Tanah Terakhir oleh A Warits Rovi
DI sisi utara ladang itu, tumbuh sebatang pohon jambu air yang berbuah sepanjang waktu. Ia terus merumbai bunga-bunga putih berputik halus. Menyembulkan gelantungan buah segar, mengkilap, dan agak licin. Saat pohon-pohon lain…
Cerpen : Kredo Cinta Humaeera oleh Ikrom Rifa’i
AKU pulang ke rumah saat keluargaku tengah mengadakan mendak [1] atas kematianku. Sesaat setelah doa penutup dipanjatkan oleh Kiai Lemang dan Rama Tua tampak tengah membagikan beberapa hidangan, sambil beruluk salam, aku…
Cerpen : Pamong
“INNALILLAHI wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia Bapak Khoiri, RT 12, RW 03.” Warta duka dari speaker masjid bergema. Warga kasak-kusuk dan saling mengetuk pintu. Berkabar tentang kematian kepala dusun mereka. “Pak Kamituwo meninggal! Pak…
Cerpen : Bola-Bola Grafologi oleh Agus Dermawan T.
Subuh pergi dan kabut pelan-pelan menguap. Matahari yang baru muncul merangkulkan cahayanya kepada lekuk dahan serta daun-daun kemboja. Cahaya itu lantas merambati tembok dan menyusup kisi-kisi jendela sehingga semakin menerangi sepojok ruang…
Cerpen : Istri Sempurna oleh Aveus har
Aku sedang mengurus perceraian sekarang dan merasa tidak baik-baik saja meskipun sudah mempertimbangkannya beberapa hari terakhir. Istriku pasti sudah mengetahui bahwa aku akan melakukan ini meskipun aku belum mengatakannya dan meskipun dia…
Cerpen : Agustus Syahdu oleh Rosi Ochiemuh
RIE… akan ada pesta rakyat di kampung kita. Entahlah, apakah dana sumbangan yang didapat panitia lebih banyak dari tahun kemarin, atau dapat dana sponsor dari pabrik atas partisipasi pemiliknya karena gedung produksi…
Cerpen : Hujan Batu di Kepala oleh Rosi Ochiemuh
KEPALAMU sedang dihujani batu. Sakitnya sampai tidak bisa berkata-kata. Semula kamu tidak percaya bahwa batu itu sedang berjatuhan di kepalamu. Setiap malam kamu merasa batu-batu itu menghujani kepala sampai kamu ambruk. Kamu…
Cerpen : Buaian Rahim Patriarki oleh Ni Wayan Wijayanti
”Kembalikan saja jasadku kepada ibu. Ibu Pertiwi. Biarkan angin membawa nafasku kepada bapak. Angkasa yang perkasa. Leburkan jiwaku bersama saudara empat, Catur Sanak. Lalu tinggalkan saja bekasnya, dalam lautan panas ether.” Kau…