Keng Hong terkulai lemah di depan jasad anaknya. Tubuh dan pikirannya sangat letih setelah melakukan perjalanan jauh selama dua hari dua malam. Dari balik kain penutup jasad, dilihatnya darah masih merembes membasahi…
Bulan: November 2005
Cerpen : Lukisan Bergetar oleh S Prasetyo Utomo
Jangan bertanya padaku si anak durhaka mengenai Ibu, perempun yang disapa dengan sepenuh keagungan jiwa, pemujaan, permohonan doa dan restu. Aku tak mau mengenal Ibu. Aku telah dititipkan Ibu pada saudara sepupunya,…
Cerpen : Tujuh Puluh Tujuh Lidah Emas oleh Gus tf Sakai
Pernahkah kaulihat matahari begitu banyak? Atau turun merendah seolah mencecah? Dalam lapar, dalam nanar, matahari membelah, menjelma kerumun bulatan pijar. Dan gedung-gedung, dinding-dinding kaca, menggandakan semakin banyak lalu memantulkan. Begitulah terik, siang…
Cerpen : Sayap Kabut Sultan Ngamid oleh Triyanto Triwikromo
Ya, kau juga tahu, hari itu, Minggu 28 Maret 1830, Ramadhan telah berlalu. Karena itu, dalam lukisanku, aku yakin kabut lembut dan matahari susut saja yang mengepung Rumah Karesidenan itu. Tak ada…