Sambil duduk selonjor di kursi tamunya, diisapnya pipa berbentuk L itu dalam-dalam. Gandamata tetap tak berkedip. Agak berselang lama ia tak mengisap pipanya, semata-mata agar apa yang ia tatap di tembok itu…
Bulan: Agustus 2022
Cerpen : Lelaki dari Tukad Badung oleh I Wayan Suardika
Sore seharusnya terang. Tetapi mendung menangkupnya, seperti juga menangkup Sura yang berdiri di tepi pagar besi jembatan Tukad Badung. Ia mematung di situ. Matanya memandang ke bawah, ke Tukad Badung, sungai yang…
Cerpen : Nawang dan Betari oleh Akhmad Idris
Betari tak berhenti menyungging senyum lewat bibir merahnya, berharap sang suami segera pulang dari menjala ikan. Matahari sudah tampak letih, sinar kuning keemasannya mulai berubah kemerahan. Betari sudah berkali-kali bolak balik dari…
Cerpen : Nyonya Andini oleh Bang Harlen
Bulan di atas kuburan. Penggalan sajak Sitor Situmorang itu rasanya tepat mencerminkan rumah ini. Siapa pun pasti setuju dengan kecantikan dan keanggunannya. Rumput hijau yang melapisi halaman tampak terawat. Aneka pot berbagai…
Cerpen : Imelda
“UMURKU 10 tahun ketika sebuah truk berhenti di depan rumah. Beberapa orang bersenjata laras panjang turun, masuk ke halaman rumah dan memanggil nama bapak. Aku baru pulang dari surau ketika itu. Karena…
Cerpen : Sepucuk Surat Pengantar oleh Anton Kurnia
Bintaro, Tangsel, 21 Agustus 2022 Kepada Yth Bapak Prof Adinan Kritikus Sastra dan Guru Besar Universitas Negeri Surabaya — SEMOGA Bapak senantiasa berada dalam keadaan sehat dan sejahtera di tengah pandemi yang…
Cerpen : Ode Api oleh Agus Dermawan T
”Aku sama sekali tidak ingin api datang berlebihan. Itu mengerikan. Itu malapetaka. Bahkan omong soal itu saja pali, pamali, ora ilok!” kata istri Ipung. Wajahnya tampak ketakutan. Ipung merengut. ”Kau ingat, api selalu ingin…
Cerpen : Aku Memberinya Nama Mick Jagger oleh Mochamad Bayu Ari Sasmita
Lelaki berjubah hitam itu berada di ruanganku begitu saja tanpa kuketahui dari mana dia masuk. Pintu kukunci dari dalam, jendela seluruhnya tertutup rapat. Ruanganku benar-benar gelap. Tidak ada satu pun cahaya kubiarkan…
Cerpen : Haruskah Kami Potong Tangan Ibu? oleh Budi Saputra
Setelah 60 tahun lebih ibu hidup di kota, kami pun akhirnya mengambil sebuah keputusan yang amat berat. Mengungsikan ibu ke kampung. Dalam artian, kami membawa ibu pindah ke kampung halaman almarhum ayah,…
Cerpen : Komar, Pejuang Tak Pernah Tua oleh Mustofa W. Hasyim
Istri Komar selalu menertawakan Komar setiap pagi sepulang dari jemaah salat Subuh. Yaitu saat Komar mencari keringat di halaman belakang dengan melakukan gerakan pencak silat. — LELAKI tua itu melakukannya dengan runtut,…