Hujan turun begitu lebat. Nalea belum bisa pulang. Ia berteduh di sebuah pos ronda tua, sepatunya sudah basah lebih dulu akibat berlarian di jalan tadi, ia membuka sepatunya lalu meletakkannya di…
Bulan: Oktober 2009
Cerpen : Mugiyono oleh Gunawan Maryanto
Namanya Mugiyono. Biasa dipanggil Enek, mungkin penyimpangan bunyi dari Ono, aku tak tahu pasti. Sejak aku lahir ia telah dipanggil Enek. Badannya besar, selebar dan setinggi daun pintu. Tapi wajahnya seperti…
Cerpen : Pemetik Air Mata oleh Agus Noor
Mereka hanya muncul malam hari. Peri-peri pemetik air mata. Selalu datang berombongan— kadang lebih dari dua puluh—seperti arak-arakan capung, menjinjing cawan mungil keemasan, yang melekuk dan mengulin di bagian ujungnya. Ke…
Cerpen : Gelap, Gelap Sekali oleh Wilson Nadeak
Gelap di luar dan hening di dalam. Dengus napas istriku teratur. Lampu tempel sudah kumatikan. Hanya dingin malam yang menyeruak dari celah dinding bambu membuat aku menarik selimut melewati dada. Sesekali suara…