Musim dingin baru saja turun di Seoul. Suhu dikabarkan minus delapan derajat celsius. Seoul benar-benar memutih. Tak ada hamparan atau bangunan yang tak diselimuti salju. Butir-butir salju itu terus saja berjatuhan. Tak…
Bulan: Juli 2024
Cerpen : Celakanya Pohon Warisan oleh Septri Ledian Lanis
KERINGAT menetes di dahinya, jantungnya berdegup semakin kencang. Sudah seperti kelelahan sehabis berolah raga saja ia, padahal perang batinlah yang sedang ia lakoni. Gentar hatinya, tapi ia tahan-tahan juga rasa itu. Haruslah…
Cerpen : Kisah Seorang Adipati oleh Zahro Syaquilla AR
AKU ingin menuliskan kisahku selama aku berkesempatan untuk hidup. Nyatanya kehidupanku tampaknya takkan bertahan lama. Bisa jadi hitungan hari bahkan hitungan jam. Maka dari itu aku sempatkan menuliskan ini. Di sebuah daun…
Cerpen : Duka Anggrelia oleh Arwin Andrew
ANAK perempuan itu berlari menyusuri taman sembari menyunggingkan senyum. Balon hijau dalam genggamannya melambai mengikuti kaki yang melangkah ke arah tempat perosotan. Matanya tertuju ke arahku, memancarkan rona wajah memerah. Tak lama,…
Cerpen : Menunggu oleh L Malaranggi
APALAH arti menunggu jika seseorang tak kunjung datang, apalah arti menunggu jika yang ditunggu tak kunjung menemu. Apalah arti tentang menunggu itu, menunggu mungkin sesuatu yang setiap detik mempunyai sekilas bayangan yang…
Cerpen : Kayu Nisan Terakhir oleh Iggi H Achsien
RASANYA tidak ada yang mengharapkan kematian. Meski kematian adalah keniscayaan, bahwa semua makhluk yang hidup pasti akan mati. Karena kematian biasanya dianggap kemalangan yang membuat orang-orang yang ditinggalkan jadi berduka. Rumahnya pun…
Cerpen : Kayu Nisan Terakhir oleh Iggi H Achsien
Rasanya tidak ada yang mengharapkan kematian. Meski kematian adalah keniscayaan, bahwa semua makhluk yang hidup pasti akan mati. Karena kematian biasanya dianggap kemalangan yang membuat orang-orang yang ditinggalkan jadi berduka. Rumahnya pun…
Cerpen : Kenapa Si Gondrong Berambut Cepak? oleh Diah Novianti
Barisan tenda terpal biru digulung satu per satu pada suatu siang berdebu. Meja-meja kayu berikut bangku-bangku plastik diangkut ke gerobak terparkir di tepi jalan raya. Sungguh suatu pemandangan tak biasa. Para pedagang…
Cerpen : Puti Mani dan Hikayat Pohon Kelapa oleh Boni Chandra
Tersebutlah Riak Mamacah; daerah rantau Minangkabau yang dibangun di tanah subur. Konon, di tanah yang subur itu, hanya ada satu orang yang memiliki hak atas kelapa. Pada masa itu, setiap tanah yang…
Cerpen: Mawar Putih dan Violet Biru oleh Rahmi Affrindri M.N.
SINOPSIS: Reina, seorang gadis remaja yang cantik dan penuh kasih sayang, tinggal bersama adiknya, Kai, dan ibu mereka. Ayah mereka telah meninggal dalam kecelakaan, meninggalkan mereka untuk mengandalkan satu sama lain. Suatu…