Mirna pulang dengan wajah mendung. Bibirnya manyun. Langkah kakinya mengentak. Jangankan ia mengucap salam, melepas sandal saja baru setelah kuingatkan. Aku menghela napas dalam-dalam. ”Kenapa lagi, Mir? Setelah kemarin omongan Bu Ruminyam,…
Bulan: Januari 2025
Cerpen : Lampion Siang Bolong oleh Agus Dermawan T
”Hai, cucuku. Engkong mengundangmu ke pojok gedung sekolah ini lantaran Engkong ingin bercerita banyak sekali. Semoga kau mau mendengarnya,” kata orang tua itu dengan suara serak. Sepeda kuno merek Simplex yang tadi…
Cerpen : Kereta Cinta di Nanjing Road oleh FX Rudy Gunawan
SUHU udara kota Shanghai di ujung bulan November, saat menjelang musim dingin, biasanya berkisar antara 8 sampai 10 derajat celsius dengan langit bernuansa kelabu yang membuatmu merasa murung atau nglangut tanpa sebab….
Cerpen : Kereta Cinta di Nanjing Road oleh FX Rudy Gunawan
Suhu udara kota Shanghai di ujung bulan November, saat menjelang musim dingin, biasanya berkisar antara 8 sampai 10 derajat celsius dengan langit bernuansa kelabu yang membuatmu merasa murung atau nglangut tanpa sebab. Pada hari-hari…
Cerpen : Lelaki yang Berlari Kesetanan Tengah Malam oleh Puspa Seruni
Mat Kasim seorang buruh pengupas daun tebu yang dikenal tidak banyak bicara. Dia lebih banyak tersenyum dan sesekali tertawa tanpa alasan yang jelas. Dia seolah memiliki dunia sendiri yang terpisah dari orang-orang…
Cerpen : Warung Kopi Salindri oleh S Prasetyo Utomo
DI tepi jalan yang melintasi Lembah Kelelawar berdiri warung kopi Salindri. Warung itu didatangi para pelanggan. Mereka memesan kopi, makan pisang goreng, dan ketan dilumuri serundeng kelapa. Mereka melepas penat setelah seharian…
Cerpen : Mencari Tuhan oleh Ranang Aji SP
DALAM fiksi ini, dunia tidak memiliki doa. Tidak ada doa yang dibisikkan, tidak ada persembahan, tidak ada doa yang dinaikkan ke langit oleh mulut-mulut gemetaran berharap. Bukan karena manusia telah berpaling dari…
Cerpen : Terbunuhnya Polisi Baik Terakhir di Alam Semesta oleh Gusti Aditya
Oh, Tuhan, bahkan si pembunuh itu terus-terusan tersenyum. Tak ada tanda kekecewaan dari air mukanya. Senyum itu memperlihatkan gigi-giginya yang bersih dan tertata rapi. Tangannya memang diborgol, namun aku masih saja menggigil…
Cerpen : Puisi yang Mengundang Burung Berkicau oleh Ayi Jufridar
Sepekan sebelum pengikut baru Laskar Alkalali menculik seorang penyair bertubuh ringkih, burung-burung di sekitar markas berhenti berkicau. Pagi yang sesungguhnya indah di kawasan pegunungan itu menjadi gersang, suram, dan kian menakutkan. Apa…
Cerpen : Agus Tidak Menangis oleh Anton Kurnia
Pada satu malam yang sunyi di bangsal kelas tiga sebuah rumah sakit kecil di pinggir kota, Agus mengalami sebuah peristiwa ajaib saat terbaring tak berdaya. Anton Kurnia Itu malam pertama Agus di…