IBU Rara Merpati, guru kelas 4 SD Mentari, akan pindah keluar kota. Anak-anak kelas 4 merasa sedih dan ingin memberikan hadiah spesial untuk Ibu Rara Merpati sebagai ucapan terima kasih. Setiap anak…
Bulan: Januari 2025
Cerpen : Tawanan Perang oleh Eli Rusli
Oleh ELI RUSLI Derap sepatu tentara NICA saat menginjak lantai penjara itu seperti mengolok-olok kaki telanjang milik lelaki kulit kuning yang melangkah tertatih-tatih di depan hidungnya. Dari balik jeruji penjara tempatku ditahan,…
Cerpen : Pohon Kahyangan oleh S Prasetyo Utomo
DARI warung kopi Mak Yah terdengar percakapan lirih dua lelaki setengah baya. Suro Kolong dan Panji Rangsang duduk bersebelahan, memesan kopi hitam kental. Menyesap nikmat kopi pelan-pelan dari lapik. Mereka meninggalkan warung…
Cerpen : Pil Mimpi oleh Dody Widianto
Ternyata kami berjumpa untuk berpisah. Setelah persidangan singkat itu, ayah melambaikan tangan untukku. Tiba-tiba ada yang berembun di sudut mata. Harapan dan mimpi menjadi penyanyi yang pernah kami ceritakan dulu saat berboncengan…
Cerpen : Donatur Pernikahan oleh Pandu Wijaya Saputra
Tepat sebelum malam menjelang, dua orang mengetuk pintu rumah Badal. Mereka adalah muda-mudi usia lepas SMA. Pemilik rumah membuka pintu, seorang pria yang telah melewati usia paruh baya namun masih memiliki wajah…
Cerpen : Bogart oleh Aliurridha
Untuk kesekian kali, Bogart memencet klakson. Tidak, itu bukan lagi memencet, ia memukul tombol klakson. Aku terkejut dengan apa yang dilakukannya. Pengendara motor itu tidak kalah terkejutnya. Teriakan bel membuat motornya goyang….
Cerpen : Baju-baju Naya oleh Fitri Kurnia Sari
“MA, besok beli bajú baru, ya? Baju Naya sudah kusut-kusut dan ketinggalan mode. Seminggu lagi, Naya diundang Ica di perayaan ulang tahunnya,” pinta Naya. “Bukannya baju-bajú Naya masih banyak yang bisa dipakai,”…
Cerpen : Bogart oleh Aliurridha
UNTUK kesekian kali, Bogart memencet klakson. Tidak, itu bukan lagi memencet, ia memukul tombol klakson. Aku terkejut dengan apa yang dilakukannya. Pengendara motor itu tidak kalah terkejutnya. Teriakan bel membuat motornya goyang….
Cerpen : Kaum Umur Panjang oleh Tara Febriani Khaerunnisa
Oleh TARA FEBRIANI KHAERUNNISA Aku duduk di kursi terdepan rumah duka, tempat yang paling dekat dengan mayat dan pigura Sang Pencipta. Apakah ini saatnya memanjatkan doa tanda berduka atau doa meminta ampunan…
Cerpen : Uang Bicara oleh Herumawan P A
“Kamu tahu kalau uang bicara, apa saja yang bisa dibeli?” Seorang teman membuka percakapan saat nonton bareng pertandingan sepak bola di kafe. Aku heran mendengarnya. “Maksudmu harga diri, kejujuran dan cita-cita?” Ia…