Skip to content

CERPENDEK.COM

Indeks Sastra Cerpen di Indonesia

Menu
  • Account
  • HOME FULL WIDTH
  • INDEKS MEDIA
  • INDEKS PENGARANG
  • Login
  • Logout
  • Members
  • Password Reset
  • Privacy Policy
  • RANDOM POST
  • Register
  • User
Menu

Cerpen : Uang Bicara oleh Herumawan P A

Posted on Jum, 10 Jan 2025

“Kamu tahu kalau uang bicara, apa saja yang bisa dibeli?” Seorang teman membuka percakapan saat nonton bareng pertandingan sepak bola di kafe. Aku heran mendengarnya.

“Maksudmu harga diri, kejujuran dan cita-cita?” Ia mengangguk.

 “Tapi ada yang tidak bisa dibeli oleh uang?” Aku kembali heran.

“Maksudmu waktu dan kesehatan.”

“Betul tapi masih kurang satu.”

“Apa itu?”

“Nyawa.” Aku kaget.

“Bukankah demi uang banyak, orang mau bunuh orang. Jadi pembunuh bayaran.” Aku menyanggahnya. Ia tersenyum.

“Itu bukan uang bicara tapi orang mengatasnamakan nafsunya untuk membunuh memakai uang.” Meskipun belum paham benar, aku terpaksa mengangguk. Temanku berpamitan selesai nonton bareng pertandingan sepak bola di kafe berakhir.

Aku masih terpikirkan omongan temanku saat nonton bareng di kafe semalam. Kucoba menerka, memahami makna uang bicara. Apakah benar-benar uang bisa bicara atau uang menjelma manusia? Aku malah jadi bingung sendiri.

Ketika sedang bingung, sesosok tamu datang pada pagi yang cerah, saat suasana hatiku sedang gembira. Ia memperkenalkan namanya Triliun. Seorang pria tua berpakaian necis, membawa dua koper besar beroda. Kupersilakan untuk duduk. Kubuatkan minuman kopi dan kusajikan cemilan.

“Aku mau membeli waktumu, apakah kamu mau menjualnya?” Aku kaget mendengarnya. Kupikir ia klienku yang akan memberi pekerjaan bikin berita hoaks dan fitnah di media sosial.

“Anda serius?” Ia tidak menjawab. Lalu membuka dua koper yang dibawanya. Aku terpana melihat isinya, uang yang begitu banyak.

“Ini belum seberapa, di luar masih ada dua truk kontainer berisi uang.” Aku kembali terpana. Lalu tanpa pikir panjang, aku menerima penawarannya.

Aku kaget melihat tubuhku yang masih perkasa dan kuat, tiba-tiba terasa lemah, perut bergelambir dan kulit penuh keriput. Wajah mudaku mendadak berubah, banyak guratan keriput di wajah dan rambut memutih. Sedang tamuku, aku lihat tampilannya berbeda. Kini ia tampak muda, gagah perkasa. Lalu ia bergegas pergi. Aku tidak bisa mengantarkannya. Tubuhku lemah, tidak mau kupaksakan berdiri.

Aku menyesal menyetujui penawarannya. Tapi setelah kulihat hamparan banyak uang di lantai dan sekitaran sofa panjang yang aku duduki, penyesalan itu mendadak hilang. Berganti senang. Ya siapa tidak senang mempunyai banyak uang. Aku bingung hendak kuapakan uang banyak ini. Foya-foya, aku tidak berminat lagi, sudah sering melakukannya. Memuaskan nafsu, aku sudah tidak kuat lagi, kejantananku sudah tidak segarang dulu. Akhirnya, aku putuskan memakainya untuk merawat kesehatanku, melakukan operasi plastik, bersedekah hingga membangun klinik kesehatan hanya buatku saja.

Aku kembali kedatangan tamu di saat kesehatanku sedang bagus kendati penampilanku sudah tua. Kali ini yang datang seorang perempuan sakit-sakitan, memakai mantel tebal, sesekali tampak menggigil tubuhnya disertai batuk berat, membawa dua koper besar beroda. Ia tidak minta dibuatkan minuman dan cemilan. Memperkenalkan namanya Desiliun.

“Aku mau membeli kesehatanmu, apakah kamu menjualnya?” Kali ini aku tidak kaget. Ingin aku menolak karena tidak mau hal yang dulu terjadi lagi. Tapi nafsu memiliki lebih lebih banyak banyak lagi uang menutup hati dan pikiranku. Aku pun menyetujuinya.

Seketika itu juga, kesehatanku menghilang. Berganti berbagai macam penyakit menderaku. Membuatku tidak bisa beranjak bangun dari ranjang. Sedang tamuku sudah pergi membawa serta kesehatanku. Tapi walaupun begitu, aku senang melihat uangku kian banyak terhampar di lantai, di sofa panjang dan di ranjangku.

Aku pikir uang banyak bisa mengobatiku, dengan memanggil seluruh dokter terbaik di dunia tapi penyakit-penyakitku tidak kunjung sembuh. Malah semakin parah. Uangku pun berkurang fantastis jumlahnya.

Aku mau membeli nyawamu, apakah kamu menjualnya?

Dalam kondisi sakit terbaring lemah di ranjang, aku kedatangan tamu. Membawa dua koper besar beroda yang aku tahu isinya pasti uang. Kali ini tamuku berpakaian serba hitam, wajahnya tidak jelas terlihat. Hanya sorot mata yang tajam memandangku. Ia memperkenalkan namanya Googol.

“Aku mau membeli nyawamu, apakah kamu mau menjualnya?” Aku tidak mampu menjawab. Mulut tidak lagi bisa bicara. Ingin menggeleng tapi keinginan untuk terus mempunyai uang banyak membuatku memilih mengangguk.

Aku serasa tidur panjang. Begitu sangat lelap. Hanya kegelapan menyertaiku. Tidak ada kebisingan suara-suara duniawi yang kudengar. Keinginan mempunyai uang banyak lenyap entah kemana. Tapi setidaknya aku masih bisa senang karena dikelilingi uang yang tersebar di ranjang, lantai dan sofa panjang walaupun tidak sebanyak yang lalu.

Yogyakarta, 24 September 2024

Herumawan P A, seorang pejalan kaki yang memilih naik trans Jogja atau becak ketika lelah melanda, juga pemerhati sepak bola dan suka sekali menulis apapun. Mulai artikel sepak bola, cerita remaja, cerita pendek, cerita lucu hingga cerita misteri (mistik/seram). Buku kumpulan cerpennya berjudul “Pulsa Nyawa” terbit bulan Agustus 2019.

sumber : kompas.id, 10 Jan 2025.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MEDIA

  • BHIRAWA (1)
  • FEMINA (1)
  • HALUAN (9)
  • HARIAN FAJAR (2)
  • HORISON (2)
  • JAWA POS (216)
  • KALTIM POST (35)
  • KEDAULATAN RAKYAT (23)
  • KOMPAS CETAK (698)
  • KOMPAS ONLINE (867)
  • KORAN MERAPI (2)
  • KORAN SOLOPOS ONLINE (59)
  • KORAN TEMPO ONLINE (228)
  • MAJALAH PANJI BALAI (1)
  • MAJALAH SASTRA PUSAT (1)
  • MEDIA INDONESIA (89)
  • NOVA (7)
  • PADANG EKSPRES (2)
  • PIKIRAN RAKYAT (13)
  • PONTIANAK POST (6)
  • RADAR BANYUWANGI (7)
  • RADAR BOJONEGORO (5)
  • RADAR BROMO (1)
  • RADAR JEMBER (1)
  • RADAR JOMBANG (1)
  • RADAR KEDIRI (2)
  • RADAR MADIUN (1)
  • RADAR MOJOKERTO (6)
  • RAKYAT SULTRA (1)
  • REPUBLIKA CETAK (12)
  • REPUBLIKA ONLINE (24)
  • SINGGALANG (6)
  • SUARA MERDEKA (75)
  • SUARA NTB (1)
  • SUARA SARAWAK (1)
  • THE JAKARTA POST (22)
  • UTUSAN BORNEO (1)
  • WASPADA (7)

ARSIP

  • Januari 2026 (1)
  • Desember 2025 (1)
  • Oktober 2025 (4)
  • Agustus 2025 (6)
  • Juli 2025 (8)
  • Juni 2025 (15)
  • Mei 2025 (32)
  • April 2025 (25)
  • Maret 2025 (26)
  • Februari 2025 (32)
  • Januari 2025 (28)
  • Desember 2024 (25)
  • November 2024 (23)
  • Oktober 2024 (29)
  • September 2024 (31)
  • Agustus 2024 (32)
  • Juli 2024 (43)
  • Juni 2024 (41)
  • Mei 2024 (37)
  • April 2024 (26)
  • Maret 2024 (40)
  • Februari 2024 (31)
  • Januari 2024 (33)
  • Desember 2023 (34)
  • November 2023 (29)
  • Oktober 2023 (29)
  • September 2023 (34)
  • Agustus 2023 (34)
  • Juli 2023 (37)
  • Juni 2023 (40)
  • Mei 2023 (29)
  • April 2023 (29)
  • Maret 2023 (36)
  • Februari 2023 (41)
  • Januari 2023 (46)
  • Desember 2022 (44)
  • November 2022 (40)
  • Oktober 2022 (38)
  • September 2022 (19)
  • Agustus 2022 (18)
  • Juli 2022 (20)
  • Juni 2022 (19)
  • Mei 2022 (19)
  • April 2022 (19)
  • Maret 2022 (19)
  • Februari 2022 (18)
  • Januari 2022 (21)
  • Desember 2021 (16)
  • November 2021 (18)
  • Oktober 2021 (23)
  • September 2021 (19)
  • Agustus 2021 (21)
  • Juli 2021 (19)
  • Juni 2021 (17)
  • Mei 2021 (19)
  • April 2021 (14)
  • Maret 2021 (10)
  • Februari 2021 (13)
  • Januari 2021 (16)
  • Desember 2020 (13)
  • November 2020 (13)
  • Oktober 2020 (13)
  • September 2020 (13)
  • Agustus 2020 (14)
  • Juli 2020 (14)
  • Juni 2020 (11)
  • Mei 2020 (13)
  • April 2020 (13)
  • Maret 2020 (11)
  • Februari 2020 (12)
  • Januari 2020 (11)
  • Desember 2019 (13)
  • November 2019 (12)
  • Oktober 2019 (11)
  • September 2019 (11)
  • Agustus 2019 (13)
  • Juli 2019 (12)
  • Juni 2019 (19)
  • Mei 2019 (3)
  • April 2019 (4)
  • Maret 2019 (6)
  • Februari 2019 (5)
  • Januari 2019 (7)
  • Desember 2018 (8)
  • November 2018 (4)
  • Oktober 2018 (3)
  • September 2018 (5)
  • Agustus 2018 (7)
  • Juli 2018 (8)
  • Juni 2018 (4)
  • Mei 2018 (5)
  • April 2018 (6)
  • Maret 2018 (5)
  • Februari 2018 (4)
  • Januari 2018 (4)
  • Desember 2017 (5)
  • November 2017 (6)
  • Oktober 2017 (5)
  • September 2017 (4)
  • Agustus 2017 (4)
  • Juli 2017 (5)
  • Juni 2017 (4)
  • Mei 2017 (2)
  • April 2017 (5)
  • Maret 2017 (2)
  • Februari 2017 (2)
  • Oktober 2016 (1)
  • Mei 2016 (1)
  • Agustus 2015 (2)
  • April 2015 (4)
  • Maret 2015 (5)
  • Februari 2015 (4)
  • Januari 2015 (3)
  • Desember 2014 (2)
  • November 2014 (5)
  • Oktober 2014 (3)
  • September 2014 (4)
  • Agustus 2014 (4)
  • Juli 2014 (3)
  • Juni 2014 (5)
  • Mei 2014 (3)
  • April 2014 (4)
  • Maret 2014 (5)
  • Februari 2014 (7)
  • Januari 2014 (3)
  • Desember 2013 (5)
  • November 2013 (4)
  • Oktober 2013 (4)
  • September 2013 (5)
  • Agustus 2013 (3)
  • Juli 2013 (4)
  • Juni 2013 (5)
  • Januari 2013 (4)
  • Agustus 2012 (2)
  • Juli 2012 (5)
  • Juni 2012 (3)
  • Mei 2012 (3)
  • April 2012 (5)
  • Maret 2012 (4)
  • Februari 2012 (3)
  • Januari 2012 (4)
  • Desember 2011 (3)
  • November 2011 (2)
  • Oktober 2011 (5)
  • September 2011 (4)
  • Agustus 2011 (4)
  • Juli 2011 (5)
  • Juni 2011 (4)
  • Mei 2011 (5)
  • April 2011 (4)
  • Maret 2011 (4)
  • Februari 2011 (4)
  • Januari 2011 (5)
  • Desember 2010 (5)
  • November 2010 (4)
  • Oktober 2010 (5)
  • September 2010 (3)
  • Agustus 2010 (4)
  • Juli 2010 (5)
  • Juni 2010 (4)
  • Mei 2010 (4)
  • April 2010 (4)
  • Maret 2010 (4)
  • Februari 2010 (3)
  • Januari 2010 (4)
  • Desember 2009 (4)
  • November 2009 (5)
  • Oktober 2009 (4)
  • September 2009 (3)
  • Agustus 2009 (5)
  • Juli 2009 (4)
  • Juni 2009 (4)
  • Mei 2009 (5)
  • April 2009 (4)
  • Maret 2009 (5)
  • Februari 2009 (4)
  • Januari 2009 (4)
  • Desember 2008 (4)
  • November 2008 (5)
  • Oktober 2008 (4)
  • September 2008 (4)
  • Agustus 2008 (4)
  • Juli 2008 (3)
  • Juni 2008 (5)
  • Mei 2008 (4)
  • April 2008 (4)
  • Maret 2008 (6)
  • Februari 2008 (4)
  • Januari 2008 (3)
  • Desember 2007 (5)
  • November 2007 (4)
  • Oktober 2007 (3)
  • September 2007 (5)
  • Agustus 2007 (4)
  • Juli 2007 (5)
  • Juni 2007 (4)
  • Mei 2007 (4)
  • April 2007 (5)
  • Maret 2007 (4)
  • Februari 2007 (3)
  • Januari 2007 (4)
  • Desember 2006 (3)
  • November 2006 (4)
  • Oktober 2006 (5)
  • September 2006 (4)
  • Agustus 2006 (4)
  • Juli 2006 (5)
  • Juni 2006 (4)
  • Mei 2006 (4)
  • April 2006 (5)
  • Maret 2006 (5)
  • Februari 2006 (4)
  • Januari 2006 (3)
  • Desember 2005 (3)
  • November 2005 (4)
  • Oktober 2005 (5)
  • September 2005 (3)
  • Agustus 2005 (4)
  • Juli 2005 (4)
  • Juni 2005 (4)
  • Mei 2005 (4)
  • April 2005 (4)
  • Maret 2005 (3)
  • Februari 2005 (5)
  • Januari 2005 (5)
  • Desember 2004 (4)
  • November 2004 (3)
  • Oktober 2004 (8)
  • September 2004 (2)
  • Agustus 2004 (5)
  • Juli 2004 (4)
  • Juni 2004 (4)
  • Mei 2004 (5)
  • April 2004 (4)
  • Maret 2004 (4)
  • Februari 2004 (4)
  • Januari 2004 (4)
  • Desember 2003 (4)
  • November 2003 (5)
  • Oktober 2003 (4)
  • September 2003 (3)
  • Agustus 2003 (5)
  • Juli 2003 (4)
  • Juni 2003 (5)
  • Mei 2003 (4)
  • April 2003 (3)
  • Januari 2001 (1)
  • Januari 2000 (1)
  • Desember 1998 (1)
  • Juli 1998 (1)
  • Mei 1998 (2)
  • April 1997 (1)
  • Mei 1993 (1)
  • Juli 1966 (1)
©2026 CERPENDEK.COM | Design: Newspaperly WordPress Theme