Kembali rasa pedas itu membikin merah dan menggetarkan kedua matanya. Rasa itu pula yang kemudian menghimpun kesedihannya, lantas butir-butir air—hangat dan berasa garam—menghilir ke pipinya yang letih. Hembus napasnya berderak, dadanya sesak!…
Bulan: Agustus 2006
Cerpen : Sambal Keluarga oleh Puthut EA
Di keluargaku, ada satu jenis sambal yang nyaris tidak pernah absen dari meja makan kami, terutama saat makan pagi. Sambal itu sangat sederhana, baik bahan maupun cara pembuatannya. Beberapa butir cabai hijau,…
Cerpen : Anak Panah oleh Harris Effendi Thahar
Untuk yang kesekian kalinya Nyonya Rakusni menanyakan tentang kemajuan studi Agus di Bandung, putra Anisah, ketika Anisah menerima beberapa liter beras untuk jasa mencuci pakaian. Anisah yang kelihatan lebih tua dari usianya…
Cerpen : Anak Ibu oleh Reda Gaudiamo
1978 “Berapa?” “Lima setengah.” “Lima?” “Lima setengah, Bu.” “Lima setengah ya lima!” “Tapi bisa jadi enam, Bu.” “Siapa bilang? Kalau lima koma delapan atau sembilan bisa dibulatkan ke atas. Tapi lima setengah,…